KPU Minta Saksi Prabowo-Sandi Tidak Gunakan Diksi Berlebihan

KPU Minta Saksi Prabowo-Sandi Tidak Gunakan Diksi Berlebihan
Ketua KPU Arief Budiman hadir pada persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / JAS Rabu, 19 Juni 2019 | 14:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, meminta saksi dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) tidak menggunakan pilihan kata (diksi) yang berlebihan saat menyampaikan keterangan dalam sidang perselisihan hasil pemilu (PHPU) pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini disampaikan Arief menanggapi saksi Prabowo-Sandi, Agus Muhamad Maksum.

"Jadi saya memohon tidak digunakan kata-kata yang menurut saya berlebihan, misalnya manipulasi, palsu, siluman. Kan ternyata enggak begitu," ujar Arief di Gedung MK, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Menurut dia, diksi yang bagus adalah data-data invalid. Namun, kata dia, KPU sudah melakukan klarifikasi dan menjelaskan semua data-data tidak valid tersebut. Bahkan, di dalam persidangan Rabu, saksi dari kubu Prabowo-Sandi pun telah menyampaikan data yang tidak valid tersisa sekitar 200 ribuan saja.

"Begitu kami klarifikasi kan ya, invalid ya, tapi kan KPU sudah menjelaskan semua termasuk menyelesaikan seluruh data-data yang disebut ganda tadi. Dan itu kan masih dugaan ganda ada 200 ribuan pemilih. Yang itu kemudian kita verifikasi di lapangan," tuturnya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan apa yang sudah dikatakan saksi Prabowo-Sandi sebenarnya mengonfirmasi apa yang sudah dikerjakan KPU terhadap data-data pemilih yang invalid. KPU, kata dia, sudah mengklarifikasi semua data-data tersebut dan peserta pemilu juga terlibat dalam proses verifikasi atas data-data pemilih tersebut.

"Nanti kita lihat saksi-saksi (lainnya) menerangkan apa saja yang ditampilkan atau dihadirkan oleh pemohon. Nah barulah nanti KPU akan memutuskan perlu menghadirkan berapa banyak saksi yang relevan. Kalau memang tidak diperlukan ya memang tidak akan dihadirkan walupun kami sudah menyiapkan 15 dan dua orang ahli. Nanti kita lihat perkembangan persidangan hari ini," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com