Ditanya Kesiapan Pimpin Golkar, Airlangga: Insyaallah

Ditanya Kesiapan Pimpin Golkar, Airlangga: Insyaallah
Airlangga Hartarto bersama Aburizal Bakrie (kanan). ( Foto: Beritasatu Photo / Robertus Wardy )
Carlos KY Paath / FER Rabu, 19 Juni 2019 | 23:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah pengurus Partai Golkar di daerah memberikan dukungan terhadap Airlangga Hartarto menjabat ketua umum (ketum). Terkait aspirasi tersebut, Airlangga menyatakan kesiapannya.

"Insyaallah (maju calon ketum). Ada beberapa daerah sudah memberikan dukungan. Sudah hampir semua DPD sudah memberikan dukungan dan sikap,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Di sisi lain, menurut Airlangga, partainya sangat demokratis dalam menentukan pemimpin. Karenanya, Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar bersifat terbuka.

"Namanya Munas Golkar, kan terbuka untuk siapa saja," ujar Airlangga ketika disinggung mengenai kabar Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga akan maju ketum.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Zainudin Amali, mengungkap, sejauh ini baru Airlangga dan Bambang yang digadang-gadang mengikuti pemilihan ketum. Munas Partai Golkar sendiri direncanakan berlangsung pada Desember 2019.

Prioritas

Airlangga berharap, agar partai politik (parpol) koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) diprioritaskan. Hal itu disampaikan Airlangga menanggapi kemungkinan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bergabung dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Airlangga menegaskan, visi dan misi partai lain yang nantinya bergabung juga harus sejalan dengan anggota koalisi. "Kalau yang lain ingin masuk tentu visi misi komitmennya (mesti) sama dengan partai-partai yang sudah duluan ini,” ucap Airlangga.

Menurut Airlangga, pembahasan lebih lanjut mengenai koalisi, bakal didiskusikan seusai sengketa hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi. Walau demikian, lanjut Airlangga, sejauh ini pembicaraan bilateral berjalan dinamis.

Airlangga juga menekankan pentingnya keberadaan oposisi di parlemen. "Dalam demokrasi yang sehat tentu ada yang di pemerintah ada yang di parlemen," imbuh Airlangga seraya menyebut, koalisi Jokowi-Ma'ruf di DPR periode 2019-2024 sudah lebih 60 persen kursi.



Sumber: Suara Pembaruan