KPU Kota Bogor Tenggarai KK Invalid di Sidang MK Data Lama

KPU Kota Bogor Tenggarai KK Invalid di Sidang MK Data Lama
Direktur IT BPN Agus Maksum yang merupakan saksi dari pihak pemohon (BPN), memberikan keterangan saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu 19 Juni 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Vento Saudale / JAS Kamis, 20 Juni 2019 | 07:41 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor mencurigai informasi kertu keluarga (KK) invalid yang dipaparkan saksi Prabowo-Sandi Agus Maksum dalam sidang gugatan Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (19/6/2019) merupakan data lama.

Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin menjelaskan, dalam sidang tersebut KPU secara proposional sudah menjelaskan atau membantah data-data yang disampaikan saksi. Kata dia, data yang dipegang Tim Prabowo - Sandi kemungkinan merupakan data lama.

Samsudin mengklaim bahwa semua data Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah diperbaiki di tingkat KPUD Kota Bogor sebelum proses pemilu.

"Kalau dari KPU Kota Bogor locus yang sudah disampaikan itu sudah kami diperbaiki, apa yang disampaikan oleh pihak pemohon itu sudah diselesaikan di tingkat KPU Kota Bogor," katanya saat dikonfirmasi Rabu (19/6/2019).

Samsudin juga menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data pemilu dilakukan secara berjenjang. Ia pun memastikan setiap data yang mengalami kekeliruan sudah diperbaiki sebelum pelaksanaan pemilu.

"Proses pemutakhiran data pemilu itu kan dilakukan secara berjenjang dan secara periodik, apa yang disampaikan oleh BPN itu mungkin data KPU tanggal berapa, tetapi data yang kami punya itu data terakhir khususnya data DPT itu sudah tidak lagi artinya sudah diperbaiki," ucapnya

Meski demikian, Samsudin menyampaikan bahwa pihak KPUD Kota Bogor siap jika harus diminta menjadi saksi.

"Di persidangan maka KPU RI akan menjawabnya di persidangan, nah KPU Kota Bogor dalam hal ini pihak terkait kalau diperintahkan KPU RI untuk memberikan bukti dan menjadi saksi kita sudah siap," pungkasnya.

Sebelumnya, saksi penggugat Agus menyebut menyebut ada 1.355 anggota keluarga dengan alamatnya berbeda-beda dari total 117.333 ribu KK yang tersebar di empat wilayah dan salah satunya di Kota Bogor, selain Majalengka, Magelang, dan Banyuwangi

“Alamatnya beda-beda. Misalnya di Cikaret, di Batutulis, ada yang di Pakuan Kota Bogor, di macam-macam. Kan harusnya satu KK ini satu alamatnya,” kata saksi dari Tim Prabowo-Sandi, Agus Maksum di sidang Mahkamah Konstitusi.



Sumber: BeritaSatu.com