Sidang MK Baru Ditutup Saat Azan Subuh

Sidang MK Baru Ditutup Saat Azan Subuh
Mantan Sekertaris Kementrian BUMN Said Didu, usai diambil sumpahnya dan dihadirkan sebagai saksi fakta oleh pemohon (BPN) dalam sidang sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu 19 Juni 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Fana Suparman / FMB Kamis, 20 Juni 2019 | 09:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang ketiga gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) digelar hingga Kamis (20/6/2019) pukul 05.00 WIB. Sidang dengan agenda mendengarkan saksi dan ahli dari kubu Prabowo-Sandi selaku pihak pemohon berlangsung selama 20 jam sejak dimulai Rabu (19/6/2019) pukul 09.00 WIB hingga ditutup saat azan Subuh berkumandang.

Ketua Majelis Hakim Konstitusi yang juga Ketua MK, Anwar Usman, menutup persidangan setelah mendengarkan saksi-saksi dan ahli yang dihadirkan Prabowo-Sandi. Terdapat 14 saksi dan dua orang ahli yang dihadirkan dalam persidangan. Satu saksi lainnya yang diajukan kubu Prabowo-Sandi, yakni Haris Azhar, tidak dapat hadir dengan memberi surat ke Ketua Mahkamah Konstitusi.

"Dengan demikian sidang ditutup dan selamat beristirahat," kata Hakim Anwar Usman saat menutup persidangan ketiga pada Kamis (20/6/2019) subuh.

Awalnya, Anwar menyatakan sidang dimulai lagi pukul 10.00 WIB. Namun, pihak termohon meminta diundur hingga pukul 13.00 WIB lantaran sidang baru berakhir subuh dan membutuhkan istirahat. Hakim Anwar pun mengabulkan usulan tersebut dan memutuskan sidang dimulai pukul 13.00 WIB hari ini.

"Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019 akan dimulai pukul 13.00 WIB," katanya.

Sidang keempat hari ini mengagendakan mendengarkan saksi dan ahli yang dihadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku pihak termohon.



Sumber: Suara Pembaruan