Akhir Sidang Pembuktian, Kubu Prabowo Kutip Ayat Alquran

Akhir Sidang Pembuktian, Kubu Prabowo Kutip Ayat Alquran
Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto  saat sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (21/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / FMB Sabtu, 22 Juni 2019 | 10:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mengakhiri sidang pembuktian sengketa hasil perselisihan pemilu (PHPU) Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (21/6/20199) malam, Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi Bambang Widjodjanto (BW) meminta izin kepada Ketua MK Anwar Usman agar membacakan ayat Alquran tentang keadilan.

Ayat Alquran yang dimaksud BW adalah ayat Alquran yang saat ini terpampang di dinding depan ruang sidang MK yang berada di Lantai II, yakni An Nisa ayat 135. Menurut BW, ayat tersebut merupakan keinginan semua pihak yang bersengketa di MK.

"Semuanya berkehendak mewujudkan keadilan untuk bangsa ini. An Nisa ayat 135 yang dipampang di depan MK itu adalah surat yang menjelaskan ingin sekali mewujudkan keadilan," ujar BW, Jumat malam.

Dia pun meminta kepada hakim MK agar diperkenankan membaca ayat Alquran yang menjadi kehendak semua pihak terkait keadilan.

"Pak ketua mohon maaf sekali, satu menit saja, bagian terakhir kita tahu yang di sini berusaha mewujudkan keadilan, dari pihak kami, pihak termohon, pihak terkait dan Bawaslu, majelis hakim. Untuk itu Pak Ketua untuk mengamati majelis ini saya cuma minta waktu satu menit saja Pak Ketua, ada teman yang akan membacakan itu," ungkap BW.

Anwar Usman lantas mempersilakan. Kemudian, BW memberikan kode kepada anggota tim hukumnya untuk membacakan ayat tersebut.

"Silakan Pak Zul (dibacakan)," ujarnya kepada Zulfadli.

Kemudian Zulfadli membacakan, "Yā ayyuhallażīna āmanụ kụnụ qawwāmīna bil-qisṭi syuhadā'a lillāhi walau 'alā anfusikum awil-wālidaini wal-aqrabīn, iy yakun ganiyyan au faqīran fallāhu aulā bihimā, fa lā tattabi'ul-hawā an ta'dilụ, wa in talwū au tu'riḍụ fa innallāha kāna bimā ta'malụna khabira" .

Ayat ini memiliki arti :

"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan"



Sumber: BeritaSatu.com