Artis dan Mahasiswa Tolak Rusuh Menjelang Putusan Sengketa Pilpres di MK

Artis dan Mahasiswa Tolak Rusuh Menjelang Putusan Sengketa Pilpres di MK
Aktivis Gerakan Cinta Indonesia bersama sejumlah artis melakukan aksi jalan santai, membagi-bagikan bunga, dan deklarasi menolak kerusuhan menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di depan FX Sudirman, Jakarta, Minggu, 23 Juni 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Minggu, 23 Juni 2019 | 18:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah artis dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Cinta Indonesia menyuarakan gerakan cinta damai. Mereka menolak terjadi kerusuhan menjelang putusan sengketa hasil pemilihan umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yang dijadwalkan pada 28 Juni mendatang.

Mengambil momentum car free day di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (23/6/2019), Gerakan Cinta Indonesia yang didukung oleh mahasiswa dari berbagai kampus di DKI Jakarta dan sekitarnya menggelar kegiatan dengan tema "Jalan Sehat, Tebar Bunga Perdamaian #Tolak Kerusuhan".

Kegiatan ini didukung oleh beberapa artis dan selebriti yang juga ingin menyuarakan keprihatinan mereka atas aksi demonstrasi berjilid-jilid yang berujung pada kerusuhan pada 21 dan 22 Mei lalu, yang menimbulkan banyak korban tewas.

Dimulai dengan gerakan jalan sehat dan diikuti dengan aksi bagi bunga kepada masyarakat umum, yang sedang menikmati CFD, acara ditutup dengan deklarasi bersama para artis yang mendukung acara tersebut.

"Kami ingin menyurakan kepada publik supaya tidak ada kerusuhan lagi, khususnya bagi warga Jakarta hindari berita-berita bohong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tetap jaga kestabilan negara, jaga keamanan, dan ketertiban. Damai itu suatu yang indah," kata Syahrudin Firdaos, artis pemeran Sapri di sinetron komedi "Tukang Ojek Pengkolan" yang tayang di RCTI.

Artis dan selebriti lain yang mendukung acara ini adalah Salsa, Daus Mini, Agus Kuya, Idan Separo, Simon Dias, dan Panca Atis. "Acara tolak kerusuhan ini bagus, buat semua warga negara Indonesia, jangan sampai ada bentrok yang tidak jelas, yang penting kita cinta damai. Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harga mati," kata Simon Dias, pemain sinetron "Amanah Wali".

Ginka Febriyanti Ginting, Ketua Gerakan Cinta Indonesia mengatakan, aksi ini bertujuan menyampaikan pesan kepada masyarakat agar lebih dewasa dalam menyikapi perkembangan politik.

"Kami ingin mengimbau para pemuda, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif berpartisipasi mencegah kerusuhan, dimulai dari hal kecil, seperti menghindari provokasi berita bohong, maupun mengingatkan kolega maupun keluarganya untuk tidak turut serta ikut dalam kegiatan atau demonstrasi yang berpotensi menjadi kerusuhan," ujar Ginka.

Menutup acara, ratusan mahasiswa, didukung oleh para artis dan selebriti menggelar deklarasi sebagai berikut:

Kami para pemuda bersama artis yang tergabung dalam Gerakan Cinta Indonesia, dengan ini menyatakan:

1. Menolak segala bentuk upaya provokasi yang berujung pada tindakan kerusuhan.

2. Bhinneka Tunggal Ika adalah keniscayaan bagi Bangsa Idnoensia sesuai dengan Pancasila dengan demikian kami menolak segala hal, sikap dan perilaku intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Setia dan taat pada cita-cita luhur bangsa untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan antar sesama anak bangsa.

Sebelumnya, Gerakan Cinta Indonesia aktif mengadakan diskusi publik. Sebelum Lebaran lalu, berbagai elemen mahasiswa dari perguruan tinggi se-Jakarta mengadakan diskusi bertema "Merajut Kebhinekaan Pasca-Pemilu 2019".



Sumber: BeritaSatu.com