BW: Kecurangan Pemilu Berawal dari Kebobrokan DPT

BW: Kecurangan Pemilu Berawal dari Kebobrokan DPT
Bambang Widjojanto (kanan) dan Juru Bicara TKN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat berbicara dalam diskusi "Pemufakatan Curang itu Adalah Fakta" di Prabowo Sandi Media Center, Jakarta, Senin (24/6/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Yeremia Sukoyo )
Yeremia Sukoyo / JAS Senin, 24 Juni 2019 | 12:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua tim gugatan Mahkamah Konstitusi (MK) pasangan Pilpres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto, kembali mengangkat permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebagai sumber kecurangan Pemilu. Selama ini, permasalahan DPT merupakan masalah terbesar dalam setiap perhelatan Pemilu di Indonesia.

"Dari DPT inilah sumber kecurangan pemilu kita. Kalau kita tidak punya data kepemiluan yang oke, kecurangan akan terus berlangsung," kata BW, panggilan akrab Bambang dalam diskusi "Pemufakatan Curang itu Adalah Fakta" di Prabowo Sandi Media Center, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Menurut BW, Pemilu curang kali ini memang bukan yang pertama kali terjadi. Pemilu curang sebagai akibat dari permasalahan DPT terus terjadi secara berulang dan tidak ada satupun pihak yang memiliki niat untuk memperbaikinya.

"Ada problem struktural dalam law enforcement di Pemilu 2019. Kita melakukan kebobrokan secara terus menerus, sudah 74 tahun DPT menjadi masalah. Kenapa kita tidak bisa selesaikan," ucap BW berapi-api.

Namun demikian, dikatakan BW, Pemilu 2019 adalah Pemilu paling curang lantaran tidak hanya melibatkan kebobrokan DPT, tetapi  juga melibatkan hampir seluruh penyelenggara negara dan aparatur pemerintahan.

Seperti diketahui, kubu Prabowo sendiri telah melakukan gugatan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Saat ini, semua pihak tinggal menunggu keputusan MK, apakah memang ada kecurangan secara terstruktur, masif dan sistematis seperti yang dituduhkan.

Dalam persidangan di MK, kubu Prabowo sendiri sudah menghadirkan belasan saksi fakta dan ahli. Hampir seluruhnya telah membeberkan dugaan kecurangan yang terjadi.



Sumber: BeritaSatu.com