Moeldoko: Jangan Ada Aksi Jelang Putusan MK

Moeldoko: Jangan Ada Aksi Jelang Putusan MK
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ( Foto: Beritasatu TV )
Carlos KY Paath / MPA Senin, 24 Juni 2019 | 16:50 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko berharap tak ada aksi damai mengawal sidang putusan sengketa hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pillpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Moeldoko menyampaikan itu terkait rencana Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawat Fatwa (GNPF) mengadakan aksi sekaligus halalbihalal di sekitar MK.

“Ya janganlah (ada aksi), mau apa lagi? Masyarakat ingin damailah. Jangan mengganggu aktivitas masyarakat. Toh proses hukum sudah jalan, tinggal menunggu (putusan MK),” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Moeldoko menyatakan, MK merupakan lembaga independen. MK tak akan bisa dipengaruhi oleh pihak manapun. “Ditekan apapun MK kan enggak bisa. Imbauan saya janganlah. Hormati proses hukum. Paling penting lagi adalah beri kesempatan masyarakat untuk hidup tenang,” tegas Moeldoko.

Untuk diketahui, Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin menuturkan, PA 212 serta GNPF, termasuk beberapa organisasi lain bakal memobilisasi massa dalam rangka mengawal sidang putusan MK. Kegiatan itu untuk menegakkan keadilan.

Menurut Novel, peserta yang melakukan kecurangan dalam Pemilu dapat didiskualifikasi. “Dengan pengawalan masyarakat, jangan takut terhadap kepentingan-kepentingan penguasa. Kita hadir sebagai masyarakat mengawal konstitusi yang ada. Ini aksi super damai,” kata Novel.



Sumber: Suara Pembaruan