Ini Alasan KPU Gelar Pilkada Serentak 23 September 2020

Ini Alasan KPU Gelar Pilkada Serentak 23 September 2020
ilustrasi pilkada ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / YUD Senin, 24 Juni 2019 | 20:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) merencanakan hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 digelar pada 23 September. Sesuai dengan praktek Pemilu selama ini, KPU melaksanakan pemungutan suara pada hari Rabu dan salah satunya hari Rabu pada bulan September 2020 jatuh pada 23 September.

"Nah setelah kita rembuk, kita ambil tanggal 23 September. Jadi, pertimbangan teknis," ujar Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Arief mengatakan, hari Rabu pada bulan September 2020 jatuh pada tanggal 2, tanggal 9, tanggal 16 dan tanggal 23 September. KPU, kata Arief, tidak mungkin pihaknya mengambil tanggal yang hanya satu angka karena bisa saja tanggal tersebut sama dengan nomor urut peserta Pilkada.

"Kemudian kita juga minta laporan teman-teman daerah, apa ada atau nggak hari keagamaan atau hari penting di daerah tersebut. Tanggal 23 September 2020 sepertinya nggak ada yang punya kegiatan yang ada pilkada itu mengganggu," terang dia.

Sementara Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan penentuan tanggal pemungutan suara itu merupakan kewenangan KPU. KPU, kata Viryan, tetap perlu mengetahui pandangan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dan Komisi II DPR sebagai stakeholder kunci serta Bawaslu.

"Jadi, kami perlu dengar pendapat mereka. Maka kami selesaikan dulu rancangan peraturan KPU (PKPU)nya, kemudian kami uji publikkan dulu. Sambil saat ini kita selesaikan tahapan pilpres dan pileg," ujar Viryan.

Viryan menuturkan, untuk bulan pelaksanaan Pilkada 2020 sudah pasti pada September 2020 karena hal tersebut merupakan perintah UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Dalam Pasal 201 ayat (6) UU Pilkada disebutkan, pemungutan suara serentak Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota hasil pemilihan tahun 2015 dilaksanakan pada bulan September Tahun 2020.

"Sementara tanggalnya ini, menurut rancangan kami, hari H pemungutan suara Pilkada tahun depan digelar pada 23 September," ungkap dia.

Lebih lanjut Viryan mengatakan jika sudah ada 270 daerah yang menjadi peserta Pilkada Serentak 2020. Sebanyak 269 daerah, merupakan peserta Pilkada Serentak 2015 lalu yang masa jabatan kepala daerahnya akan berakhir.

"Kemudian ada satu daerah, yakni Kota Makassar, karena dalam pilkada 2018 lalu dimenangkan oleh kotak kosong, maka pilkadanya digeser, dilaksanakan kembali pada 2020. Sehingga total daerah peserta pilkada 2020 jadi ada 270. Sementara itu, untuk daerah otonomi baru, kami akan koordinasikan dulu dengan Kemendagri," pungkas Viryan.

Sebagaimana diketahui, hari ini KPU menggelar uji publik untuk rancangan PKPU tahapan, program dan jadwal Pilkada Serentak 2020. Kemudian, KPU akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk PKPU tersebut pada pekan depan.



Sumber: BeritaSatu.com