Putusan PHPU Pilpres Dibacakan 27 Juni, KPU: Jangan Didramatisasi

Putusan PHPU Pilpres Dibacakan 27 Juni, KPU: Jangan Didramatisasi
Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (21/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / JAS Selasa, 25 Juni 2019 | 07:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Azis, meminta semua pihak sebaiknya tidak mendramatisasi putusan perkara sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres yang dibacakan pada 27 Juni 2019 mendatang. MK membacakan putusan tersebut lebih awal dari jadwal terakhir MK membacakan putusan, 28 Juni 2019.

"Iya jangan didramatisasi. Mari kita semua menerima (putusan MK). Sebab ini yang menentukan adalah MK, lembaga yang sah dan konstitusional memutuskan (hasil pilpres)," ujar Viryan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).

Viryan mengatakan MK merupakan lembaga penjaga konstitusi yang sudah teruji dalam memeriksa, mengadili dan memutuskan sengketa hasil baik itu Pilkada sejak 2005 hingga 2018 maupun sengketa pemilu sejak 2004 sampai 2014.

"MK sudah teruji dalam putusan-putusannya baik Pilkada sejak tahun 2005 hingga 2018 dan Pemilu dari 2004 hingga 2014," tandas dia.

KPU, lanjut Viryan akan mematuhi dan menindaklanjuti apapun yang diputuskan MK termasuk jika MK memutuskan untuk mendiskualifikasi salah satu pasangan capres-cawapres sebagaimana menjadi tuntutan Prabowo-Sandi sebagai pemohon.

"Jangankan pemilu ulang, KPU insyaallah akan siap melaksanakan apapun putusan itu. Apapun putusan Mahkamah, KPU akan laksanakan. KPU tidak punya rekam jejak tidak melaksanakan putusan MK," pungkas dia.

Sebelumnya, sembilan hakim MK telah menetapkan bahwa sidang pembacaan hasil putusan sengketa PHPU Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi akan dilakukan pada Kamis, 27 Juni 2019. MK membacakan satu hari lebih awal dari batas waktu maksimal yang sudah ditentukan dalam Peraturan MK.

Juru Bicara MK Fajar Laksono mengatakan jadwal pembacaan PHPU Pilpres tanggal 27 Juni merupakan keputusan dari hakim konstitusi dalam rapat permusyawaratan hakim (RPH) yang dilakukan hari ini, Senin (24/6/2019).

"Ya, berdasarkan keputusan RPH hari ini, sidang pleno pengucapan putusan akan digelar pada Kamis, 27 Juni 2019 mulai pukul 12.30 WIB," ujar Fajar Laksono dalam keterangannya, Senin.

Fajar mengatakan pertimbangan hakim karena mereka merasa sudah siap membacakan putusan PHPU Pilpres tersebut tanggal 27 Juni. Meskipun demikian, kata dia, RPH hakim terus berlanjut sampai tanggal 26 Juni 2019.

"Itu bukan dimajukan, kan memang paling lambat tanggal 28 Juni karena majelis hakim merasa sudah siap dengan putusan dan bersidang tanggal 27 Juni, ya diputuskan," tandas dia.

Lebih lanjut, Fajar mengatakan hari ini pihaknya akan segera memberitahukan kepada Prabowo-Sandi sebagai pemohon, KPU sebagai termohon, Jokowi-Ma'ruf sebagai pihak terkait terkait jadwal sidang pembacaan putusan PHPU Pilpres. Pasalnya, MK harus memberitahukan kepada para pihak 3 hari sebelum sidang digelar.

"Hari ini pemberitahuan kepada pemohon termohon dan pihak terkait sudah dikirim," pungkas dia.

Jadwal sidang pembacaan putusan sengketa PHPU Pilpres juga bisa diakses di
https://mkri.id/index.php?page=web.JadwalSidang&menu=4&id=1&kat=4&cari=27-06-2019.

Dalam website tersebut disebutkan jadwal sidang pada 27 Juni 2019, pukul 12.30 WIB atas perkara dengan nomor register 01/PHPU-Pres/XVII/2019 dengan pokok perkara perselisihan hasil pemilh presiden 2019 yang diajukan Prabowo-Subianto-Sandiaga Uno sebagai pemohon.