BPN Pastikan Prabowo-Sandi Tidak Hadir di Sidang Putusan MK

BPN Pastikan Prabowo-Sandi Tidak Hadir di Sidang Putusan MK
Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (21/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yeremia Sukoyo / WBP Selasa, 25 Juni 2019 | 13:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade memastikan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tidak akan menghadiri sidang pembacaan hasil putusan sengketa PHPU Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Pembacaan putusan itu sendiri akan dilakukan pada Kamis (27/6/2019) di Gedung MK, Jakarta Pusat.

"Insyaallah Prabowo dan sandi pun tidak akan hadir (pembacaan sidang putusan MK)," kata Andre Rosiade dalam diskusi "Nalar Konstitusi Progresif vs Nalar Konstitusi Kalkulator" di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

BPN sendiri kembali mengingatkan agar massa pendukung Prabowo-Sandiaga tidak perlu hadir di MK. Apalagi, jika ada pengerahan massa secara besar-besaran seperti yang selama ini dikhawatirkan. "Kembali kami BPN Prabowo-Sandi mengingatkan agar pendukung tidak usah datang ke MK. Pendukung cukup dirumah menonton di TV masing-masing," ujar Andre Rosiade.

Apapun keputusan MK, BPN sendiri menghimbau agar para pendukung bisa menyinkapi dengan kesejukan. Apalagi selama ini tim kuasa hukum juga sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membuktikan adanya kecurangan di Pemilu 2019. "Apapun itu keputusan MK yang akan diambil nanti, jaga kesejukan. Kuasa hukum kita sudah membuktikan adanya kecurangan," ujar Andre Rosiade.

Andre Rosiade mengingatkan, keputusan MK nantinya tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Namun juga akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Karena itulah, seluruh hakim MK sebaiknya dapat memutuskan apa yang sudah seharusnya. "Apapun putusan MK tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Tapi juga mempertangungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Andre Rosiade.

Sembilan hakim MK telah menetapkan bahwa sidang pembacaan hasil putusan sengketa PHPU Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi akan dilakukan pada Kamis, 27 Juni 2019. MK membacakan satu hari lebih awal dari batas waktu maksimal yang sudah ditentukan dalam Peraturan MK. Juru Bicara MK Fajar Laksono mengatakan jadwal pembacaan PHPU Pilpres tanggal 27 Juni merupakan keputusan dari hakim konstitusi dalam rapat permusyawaratan hakim (RPH) yang dilakukan pada Senin (24/6/2019).



Sumber: Suara Pembaruan