Hakim Konstitusi Sudah Putuskan Sengketa Pilpres 2019

Hakim Konstitusi Sudah Putuskan Sengketa Pilpres 2019
Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / AMA Rabu, 26 Juni 2019 | 12:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono mengatakan, sembilan hakim konstitusi sudah memutuskan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres yang diajukan pasangan Prabowo-Sandi. Putusan tersebut diambil dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) yang sudah selesai digelar hakim MK. Hasil putusan tersebut akan dibacakan Besok, Kamis (27/6/2019).

"RPH sudah selesai, artinya putusan sudah siap, dalam arti siap untuk dibacakan. Majelis hakim memastikan bahwa hari Kamis besok putusan siap diucapkan," ujar Fajar Laksono di Gedung MK, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Fajar Laksono mengatakan, hari ini hakim MK diagendakan melakukan rapat internal dalam rangka persiapan teknis untuk pembacaan putusan besok. Ketua MK Anwar Usman, kata dia, hari ini akan memberikan arahan kepada jajaran MK untuk kelancaran sidang pembacaan putusan besok.

"Hari ini agendanya rapat-rapat internal untuk persiapan akhir penyelenggaraan sidang besok antara lain Ketua MK, Wakil Ketua, dan Hakim Konstitusi memberikan arahan-arahan kepada Panitera dan Sekjen, serta Tim Gugus Tugas," ungkap Fajar Laksono.

Fajar Laksono mengaku dirinya tidak bisa mengestimasi lamanya pembacaan putusan sengketa Pilpres tersebut. Sembilan hakim MK, kata dia, akan bergantian membaca putusan tersebut.

Sebagaimana diketahui, MK telah memutuskan akan membaca putusan sengketa PHPU Pilpres pada Kamis, 27 Juni 2019. MK diberikan waktu 14 hari untuk memeriksa, mengadili, dan memutuskan sengketa Pilpres 2019 sejak diregister pada 11 Juni.

Rangkaian persidangan sengketa Pilpres ini telah digelar MK sejak 14 Juni hingga 21 Juni 2019. Dalam persidangan tersebut, MK telah mendengarkan dalil-dalil permohonan pemohon, jawaban termohon (KPU) dan pihak terkait (Jokowi-Ma'ruf) dan keterangan dari Bawaslu.

Selain itu, MK juga telah menerima alat bukti para pihak dan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari para pihak.



Sumber: BeritaSatu.com