Selepas Bacakan Petisi, Aksi Kawal MK Bubarkan Diri

Selepas Bacakan Petisi, Aksi Kawal MK Bubarkan Diri
Peserta aksi kawal sidang sengketa Pilpres 2019 melakukan unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat 14 Juni 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Erwin C Sihombing / HA Rabu, 26 Juni 2019 | 18:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Massa peserta aksi "kawal MK" membubarkan diri tak lama setelah perwakilan tokoh membacakan petisi secara bergilir di patung kuda silang Monas, Rabu (26/6/2019) sore. Tokoh-tokoh yang hadir identik dengan pendukung pasangan capres-cawapres 02 seperti Neno Warisman dan Yusuf Martak, sekalipun koordinator aksi Abdullah Hehamahua menegaskan, aksi tidak terkait dengan dukungan pada Pilpres 2019.

Aksi massa yang menamakan diri Gerakan Tahlil Akbar dan Halal Bihalal 266 terdiri dari sejumlah elemen seperti GNPF Ulama, FPI, dan PA 212. Kendati tidak mengantongi izin, mereka berdemonstrasi sekitar pukul 11.00 WIB dan bubar sebelum pukul 17.00 WIB.

Salah satu poin dalam petisi yang dibacakan berkaitan dengan dugaan kecurangan penyelenggaraan pemilu dan mereka bakal menolak putusan hakim yang menjustifikasi kecurangan. Mereka menuntut MK memutus perkara sengketa pilpres secara adil.

Kegiatan aksi yang berlangsung tertib dan damai diisi dengan kegiatan shalat bersama dan mendoakan korban jiwa buntut dari kerusuhan yang terjadi saat aksi di depan Kantor Bawaslu pada 21-22 Mei yang lalu. Tokoh-tokoh dari massa juga berorasi.

Pada saat memulai aksi, Abdullah Hehamahua menegaskan kegiatan aksi tidak bertentangan dengan hukum dan dilindungi konstitusi. Dia memastikan kegiatan bakal berlangsung tertib dan massa bakal membubarkan diri pukul 17.00 WIB.



Sumber: Suara Pembaruan