Setelah Putusan MK, Saatnya Menjalin Kembali Persatuan

Setelah Putusan MK, Saatnya Menjalin Kembali Persatuan
Sekretaris Jenderal Generasi Satu Indonesia Muhammad Fauzi (tengah). ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Jumat, 28 Juni 2019 | 06:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan calon presiden Prabowo Subianto harus bisa diterima oleh semua pihak, terutama para pendukung pasangan capres-cawapres. Setelah putusan MK, tidak ada lagi istilah 01 dan 02. Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat menjalin persatuan, yang sempat terkoyak selama pemilihan presiden (pilpres)

"Setelah terjadi debat diksi dan adu dalil dalam persidangan yang berlangsung secara transparan, Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi telah menyelesaikan tugasnya dalam menangani permohonan Tim Kuasa Hukum Pasangan Capres 02. Hakim telah mengetuk palu," ujar Sekretaris Jenderal Generasi Satu Indonesia, Muhammad Fauzi di Jakarta, Kamis (27/6/2019) malam.

Menurut dia, bisa dikatakan bahwa persidangan PHPU di MK adalah ajang pendidikan politik sekaligus pendidikan hukum bagi warga negara. Peradaban dan kualitas demokrasi Indonesia dengan jelas semakin dewasa dan elegan. Terlepas banyak hal harus diperbaiki dalam pelaksanaan pemilu yg akan datang, tentu saja penyelesaian PHPU lewat MK ini menjadi kebanggaan kita bersama.

"Dengan berbagai pertimbangan yg telah disampaikan secara bergantian oleh Majelis Hakim, diputuskan bahwa Permohonan Kuasa Hukum Pasangan 02 ditolak. Keputusan MK yang final dan mengikat ini telah memperkuat keputusan KPU yang memenangkan pasangan 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin dalam Pilpres 17 April lalu," ujarnya.

Fauzi berharap agar keputusan ini dapat diterima semua pihak secara arif dan bijaksana. Sekarang tidak ada lagi blok 01 dan blok 02, yang ada adalah persatuan nasional Indoensia. "Mari kita menjaga persatuan nasional Indonesia sebagai modal terbesar kita dalam menghadapi tantangan dunia ke depan yang secara geopolitik tentunya semakin keras dan penuh intrik," ujarnya.

Fauzi menuturkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada sembilan hakim MK, para anggota Polri dan TNI yang sudah mengawal keamanan, serta komisioner KPU dan Bawaslu. Selain itu, kata dia, para petugas KPPS dan aparat keamanan, terutama yang meninggal duni dalam menjalankan tugas, patut mendapatkan apresiasi.

"Selamat untuk Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin yang telah terpilih sebagai presiden dan wakil presiden masa bakti 2019-2024. Semoga Bapak berdua dapat mengemban amanah ini dengan penuh dedikasi untuk rakyat, bangsa, dan negara. Saya dan kami semua percaya, Bapak berdua lebih dari sekadar mampu membawa republik ini menjadi negara maju dan memiliki daya saing tinggi di dunia internasional," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com