Pengamat: Rekonsiliasi Bukan Berarti Bagi-bagi Kue Kekuasaan

Pengamat: Rekonsiliasi Bukan Berarti Bagi-bagi Kue Kekuasaan
Jerry Sumampouw ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / JAS Sabtu, 29 Juni 2019 | 08:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik Jerry Sumampouw mengingatkan para elite politik agar tidak mereduksi makna rekonsiliasi dengan upaya membagi jatah kekuasaan. Menurut Jerry, rekonsiliasi bukanlah negosiasi untuk mendapatkan kekuasaan dari pihak yang menang.

"Rekonsiliasi tidak bisa diterjemahkan sebagai negosiasi. Rekonsiliasi bukan untuk bagi-bagi jatah kekuasaan. Rekonsiliasi ini lebih pada merajut kembali persaudaraan dan kebersamaan setelah pemilu," ujar Jerry dalam forum diskusi bertajuk "Sesudah MK: Silaturahmi atau Negosiasi?" di Formappi di Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Jerry mengatakan pelaksanaan pemilu 2019 telah menguras banyak energi bangsa. Bahkan, kata dia, Pemilu 2019 telah menimbulkan keterbelahan yang tajam dalam masyarakat.

"Dalam konteks inilah perlunya rekonsiliasi agar para elite kembali bersatu, saling silaturahmi sehingga menjadi contoh bagi masyarakat yang sudah terbelah. Dasar dari rekonsiliasi ada kepentingan bangsa, bukan kepentingan untuk mendapatkan kekuasaan," tandas dia.

Menurut Jerry, Jokowi-Ma'ruf tidak perlu lagi menambah anggota koalisi. Pasalnya, penambahan anggota tersebut bisa menjadi masalah baru di koalisi.

"Juga tidak etis sebenarnya. Masa yang tidak bekerja dapat jatah, ibaratnya dia mencangkul di ladang orang lain, lalu minta kita yang bayar. Karena itu, yang bukan bagian koalisi pemenangan jangan harap jatah kekuasaan," ungkap dia.

Lebih lanjut, Jerry mengatakan Jokowi akan dianggap merusak sistem demokrasi dan sistem pemilu yang menginginkan ada kekuatan koalisi dan oposisi. Jika Jokowi masih membuka anggota koalisi, maka sistem check and balances akan hilang.

"Jokowi sekarang sudah mempunyai kekuatan 60 persen lebih di DPR sehingga Jokowi tidak ada beban dan perlu segera mengambil langkah yang konsisten untuk menjaga tradisi check and balances," pungkas dia. 



Sumber: BeritaSatu.com