Koalisi Prabowo-Sandi Sebaiknya Tetap di Luar Pemerintahan

Koalisi Prabowo-Sandi Sebaiknya Tetap di Luar Pemerintahan
Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno serta partai pendukungnya memberikan pidato dihadapan wartawan pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), di Rumah Kartanegara, Jakarta, Kamis (27/6/19). Walau menerima keputusan MK, Paslon 02 ini akan berkonsultasi dengan tim hukumnya guna mencari celah gugatan baru. ( Foto: beritasatu photo / defrizal )
Hotman Siregar / JAS Sabtu, 29 Juni 2019 | 13:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik Tony Rosyid menilai partai politik pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) dalam Pilpres 2019 berada di luar pemerintahan. Hal itu sangat penting untuk mengontrol jalannya pemerintahan.

"Saya sependapat agar partai pendukung Prabowo-Sandi berada di luar pemerintahan," ujar Tony Rosyid dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2019).

Turut hadir dalam diskusi itu Wakil Ketua DPP PAN Bara Hasibuan, politisi PKS Mardani Ali Sera, Politisi Partai Nasdem Taufiqulhadi.

Menurut Tony, sebuah koalisi akan bertengkar sendiri di dalam jika tidak ada pihak oposisi. Dia juga mengatakan, ketika tidak ada sparring partner akan menjadi masalah juga di kemudian hari.

Tony juga mengungkap jika tidak ada partai yang menjadi oposisi maka akan muncul gerakan oposisi rakyat. Hal ini menurutnya akan lebih berbahaya.



Sumber: BeritaSatu.com