Prabowo Tidak Akan Gugat ke Mahkamah Internasional

Prabowo Tidak Akan Gugat ke Mahkamah Internasional
Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengangkat tangan dihadapan wartawan pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), di Rumah Kartanegara, Jakarta, Kamis (27/6/19). Walau menerima keputusan MK, Paslon 02 ini akan berkonsultasi dengan tim hukumnya guna mencari celah gugatan baru. ( Foto: beritasatu photo / defrizal )
Yeremia Sukoyo / YUD Minggu, 30 Juni 2019 | 15:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 di Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dipastikan tidak akan membawa masalah sengketa kecurangan Pilpres ke Mahkamah Internasional.

"Sikap Pak Prabowo dan Pak Sandi sudah jelas kemarin disampaikan bahwa meskipun kecewa namun tetap menghormati putusan Mahkamah Konstitusi. Tentu hal tersebut juga menjadi isyarat jika Pak Prabowo dan Pak Sandi mematuhi putusan MK," kata Ketua DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, di Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Andre yang juga sempat menjadi Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, menegaskan, selama tahapan Pilpres 2019 jika pengajuan gugatan sengketa Pilpres di MK adalah langkah hukum yang terakhir bisa dilakukan.

"Sebagai seorang negarawan dan warga negara yang patuh terhadap hukum, Pak Prabowo dan Pak Sandi tentu mematuhi hasil putusan MK, yang mana itu adalah langkah terakhir dalam proses sengketa pemilu di Indonesia," ujarnya.

Andre menambahkan, tim hukum BPN juga telah menyarankan agar masalah Pilpres ini tidak dibawa ke Mahkamah Internasional dan Prabowo pun mengikuti saran tersebut.

"Pada prinsipnya ini langkah konstitusional terakhir. Kami lihat tidak ada langkah hukum yang relevan untuk membawa ke tingkat Mahkamah Internasional. Kami tidak sarankan itu karena legal standing bukan ranah Mahkamah Internasional," tutup Andre.



Sumber: Suara Pembaruan