PAN dan Demokrat Gabung Koalisi, PKB: Intinya Jangan Kurangi Jatah Kami

PAN dan Demokrat Gabung Koalisi, PKB: Intinya Jangan Kurangi Jatah Kami
Muhaimin Iskandar. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WM Minggu, 30 Juni 2019 | 22:40 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar kembali menegaskan bahwa Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin sebenarnya sudah tidak butuh partai oposisi lagi untuk memperkuat koalisi pemerintahan. Menurut Cak Imin, koalisi Jokowi-Amin sudah cukup kuat dan butuh partai oposisi sebagai check and balances.

"Sebetulnya begini koalisi pendukung Pak Jokowi itu sudah gemukan, 61 persen di parlemen nanti kan nggak ada check balances," ujar Cak Imin di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Meskipun Cak Imin mengakui tidak menutup kemungkinan koalisi Jokowi-Ma'ruf menerima partai oposisi bergabung dengan pertimbangan rekonsiliasi dan kebersamaan untuk membangun bangsa Indonesia. Cak Imin tak permasalahkan jika ada partai oposisi bergabung, yang terpenting tidak mengurangi jatah PKB di kabinet.

"Kalau memang itu jadi urgensi untuk rekonsiliasi atau kebersamaan yah yang penting jangan kurangi jatah PKB. Sebetulnya (koalisi) sudah gemuk, kita lihat kebutuhan rekonsiliasi butuh nggak," tandas dia.

Soal jatah menteri kabinet untuk PKB, Cak Imin menilai, hal tersebut wajar saja. Menurut dia, yang menang dan kerja memang layak mendapat jatah menteri. Terkait jumlah menteri untuk PKB, Cak Imin serahkan kepada Jokowi.

"Doa sebanyak-sebanyaknya. Tetapi, kembali lagi ini kan presidensial ya, kita hanya bisa usulkan presiden yang menentukan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com