Charta Politika: PDIP Harus Jaga Jokowi dari Jebakan Periode Kedua

Charta Politika: PDIP Harus Jaga Jokowi dari Jebakan Periode Kedua
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis 27 Juni 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao. )
Yustinus Paat / WM Rabu, 3 Juli 2019 | 14:06 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, PDIP merupakan partai yang harus konsisten membela Joko Widodo dari jebakan-jebakan pada pemerintahan periode kedua. Pasalnya, Jokowi sangat diasosiasikan dengan PDIP sehingga ketika Jokowi gagal di periode kedua, maka PDIP akan mendapatkan dampak negatif.

"Jadi, mau tidak mau PDIP harus menjadi garda terdepan menjaga Jokowi agar terhindarkan dari jebakan-jebakan periode kedua karena kalau Jokowi gagal, partai yang paling dirugikan adalah PDIP," ujar Yunarto, dihubungi Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Menurut Yunarto, salah satu jebakan yang paling berbahaya di periode kedua adalah soliditas koalisi untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf sampai akhir masa jabatannya. Pasalnya, orientasi parpol dan elite pada periode kedua pemerintahan Jokowi sudah melampaui sekedar menyukseskan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, yakni Pilpres 2024.

"Inilah yang berbahaya karena setiap parpol dan elite di koalisi mempunyai kesempatan yang sama untuk maju di pemilu 2024. Jokowi sudah tidak bisa maju lagi dan orientasi dari elite dan parpol sudah menuju Pemilu 2024," kata Yunarto.

Karena itu, menurut Yunarto, peran PDIP sangat penting dalam mencegah jebakan tersebut menggagalkan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. PDIP, kata dia, tidak hanya memastikan semua program dan kebijakan Jokowi terealisasi, tetapi juga harus mampu menciptakan soliditas koalisi sampai selesai masa jabatan Jokowi-Ma'ruf.

"Jadi, PDIP harus konsisten menjadi pelindung Jokowi dan juga menjaga agar koalisi tetap solid. Ini juga untuk kepentingan PDIP jika nantinya mengusung kadernya menjadi capres atau cawapres. Jika Jokowi berhasil bisa saja kader yang dicalonkan PDIP menang lagi di Pilpres 2024," ungkap dia.

Lebih lanjut, Yunarto mengingatkan Jokowi agar hati-hati memasukkan nama orang yang bakal menjadi menteri dalam kabinet. Pasalnya, orang-orang tersebut atau partainya bisa saja menjadikan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf sebagai batu loncatan menuju pilpres 2024.

"Jadi, kuncinya di Jokowi sendiri untuk hati-hati memasukkan orang-orang ke dalam kabinet, harus benar-benar difilter agar tidak menjadi bumerang bagi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf yang pada akhir membuat kisruh di pemerintahan," kata Yunarto.



Sumber: BeritaSatu.com