Syarief Hasan: Partai Demokrat Tetap Solid

Syarief Hasan: Partai Demokrat Tetap Solid
Syarief Hasan. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / JAS Kamis, 4 Juli 2019 | 11:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Syarief Hasan menegaskan, partainya tetap solid. PD tak terpengaruh dengan manuver sejumlah kader yang tergabung dalam Forum Pendiri dan Deklarator (FKPD) maupun Gerakan Moral Penyelamatan PD (GMPPD).

“Partai Demokrat tetap solid. Tidak ada masalah sama sekali. Kalau bagi saya FKPD serta GMPPD tak perlu dibesar-besarkan. Kalau dibesar-besarkan, malah besar kepala nanti mereka,” kata Syarief kepada Beritasatu.com, Kamis (4/7/2019).

Syarief mengungkap, seluruh jajaran PD masih loyal kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ketum. Segenap kader PD memandang SBY mampu menyatukan PD. “Semua masih loyal dan setia dengan Pak SBY. Mereka nilai kepemimpinan Pak SBY sangat bagus. Sanggup menyatukan dan membawa PD lebih kuat,” ucap Syarief.

Disinggung mengenai upaya yang bakal ditempuh PD menyikapi serangan negatif dari FKPD, menurut Syarief, sebenarnya partai tak memusingkan manuver itu. Meski demikian, Syarief menegaskan, partainya berencana mengambil tindakan.

“Sebenarnya kami enggan menanggapi, tetapi sekarang sedang dikelola. Digarap oleh Dewan Kehormatan. Kami harap mereka bisa sadar. Kalau tidak insyaf atau tidak minta maaf ke Pak SBY, tentu ada tindakan dari Dewan Kehormatan,” tegas Syarief.

Syarief pun menyebut, “Dewan Kehormatan akan memproses. Bisa saja nanti akan terjadi hal-hal semacam pemecatan dan sebagainya. Malah saya dengar mereka ada yang tidak punya kartu anggota partai. Saya juga meragukan kalau ada yang benar-benar kader.”

Menurut Syarief, Kongres PD tetap dijadwalkan berlangsung pada 2020 sebagaimana keputusan forum serupa pada 2015. “Semua diatur AD/ART. Kongres Luar Biasa (KLB) harus diusulkan 3/4 pengurus. Sekarang semua DPC dan DPD menolak KLB,” ungkap Syarief.

Sementara itu, Ketua Divisi Komunikasi Publik PD Imelda Sari menyatakan, roda organisasi partai berjalan dengan baik selama kepemimpinan SBY dan Sekretaris Jenderal (sekjen) Hinca IP Pandjaitan. “Roda organisasi sama sekali tidak mengalami kendala,” tegas Imelda.



Sumber: Suara Pembaruan