Fahri Nilai Gerindra Tidak Perlu Minta Jatah Menteri

Fahri Nilai Gerindra Tidak Perlu Minta Jatah Menteri
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memberikan kesaksian bagi terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 7 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Nalendra )
Hotman Siregar / FMB Jumat, 5 Juli 2019 | 16:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai tidak ada gunanya Partai Gerindra menyerahkan kadernya untuk menjadi menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Jabatan menteri bukan sesuatu yang bisa dibanggakan Partai Gerindra.

"Katakanlah kayak Gerindra sekarang, mau dapat menteri apa sih? Kemudian itu menjadi hebat apa? Enggak ada. Enggak ada gunanya," kata Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Untuk itu Presiden Jokowi disarankan tidak perlu mengkhawatirkan parpol pendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Sebaliknya, Jokowi berkoalisi dengan rakyat.

Kata Fahri, koalisi Jokowi mantap jadi eksekutif sehingga tak perlu terlalu pusing memikirkan DPR RI.

"Tidak perlu mikirin DPR dan enggak usah memikirkan akan membuat DPR itu suruh diam dengan cara ditarik beberapa orang jadi menteri, enggak usah, itu salah konsepsi," ujanya.

Dengan sistem presidensil, kata Fahri, presiden tidak bisa dijatuhkan oleh proses politik kecuali ada pelanggaran hukum serius.



Sumber: Suara Pembaruan