Airlangga dan Bamsoet Punya Peluang yang Sama Pimpin Golkar

Airlangga dan Bamsoet Punya Peluang yang Sama Pimpin Golkar
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. ( Foto: Beritasatu Photo / Robertus Wardi )
Yustinus Paat / JAS Senin, 8 Juli 2019 | 05:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutuf Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, menilai Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo memiliki peluang yang sama untuk mempimpin Partai Golkar. Menurut Burhanuddin, keduanya mempunyai akses yang sama ke Presiden Joko Widodo yang merupakan salah satu faktor penentu kemenangan menjadi Ketum Golkar.

"Kalau dilihat dari fenomena sekarang, kan dua nama tadi sama-sama memiliki jabatan yang memungkinkan untuk mendapat akses berhubungan langsung dengan Presiden (Jokowi)," ujar Burhanuddin di Hotel Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/7/2019).

Airlangga, kata Burhanuddin, merupakan menteri kabinet Jokowi-JK yang tentunya mempunyai akses langsung ke Jokowi. Bahkan, Airlangga mendapat dispensasi dari Jokowi menjadi menteri meskipun berstatus ketua umum Partai Golkar. Pasalnya, sebelumnya, seorang menteri dilarang melakukan rangkap jabatan.

"Sementara posisi Bamsoet secara ketatanegaraan itu sederajat dengan Presiden. Jadi dua-duanya punya akses (kepada Presiden)," ungkap dia.

Terkait waktu pelaksanaan munas, menurut Burhanuddin juga bisa menentukan kemenangan dan bisa menjadi strategi bagi keduanya. Jika munas digelar pada Desember 2019, maka Bamsoet sudah tidak lagi menjadi ketua DPR. Namun, jika pelaksanaan munas dimajukan pada September 2019, posisi ketua DPR masih dipegang Bamsoet.

"Kemudian, dari sisi Airlangga, pada Desember nanti dia pun telah demisioner sebagai menteri. Itu juga bisa mempengaruhi," tandas dia.

Dia menilai skenario masih cair dan banyak kartu yang bisa dimainkan oleh keduanya. Dia mencontohkan Airlangga bisa menggunakan posisinya sebagai ketua umum Golkar untuk menentukan siapa yang direkomendasikan sebagai menteri untuk kabinet Jokowi mendatang dan siapa yang layak jadi pimpinan DPR-MPR.

"Belum lagi kedekatan Airlangga dengan Jokowi sebagai alumni UGM misalnya. Jadi ada banyak kartu yang bisa dimainkan," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com