Airlangga Tegaskan Pemilihan Ketum Golkar Lewat Munas

Airlangga Tegaskan Pemilihan Ketum Golkar Lewat Munas
Airlangga Hartarto. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / YUD Senin, 8 Juli 2019 | 21:27 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Pemilihan ketua umum (ketum) Partai Golkar (PG) melalui forum musyawarah nasional (munas). Rapat pleno hanya membahas mengenai kegiatan organisasi, bukan pemilihan ketum. Hal tersebut disampaikan Ketum PG, Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7/2019).

“Kalau mekanisme kan tidak pernah ada pemilihan melalui pleno. Jadi antara pleno dan pemilihan itu dua hal yang berbeda. Kalau saya kan udah ikut pemilihan pada munas 2014, 2016, 2017. Mekanisme sudah hafal. Kalau pleno membahas internal, kegiatan organisasi,” tegas Airlangga.

Airlangga juga menepis pernyataan kader PG Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menilai pemilihan ketum akan terjadi aklamasi. “Ada persyaratan dalam AD/ART, (membutuhkan dukungan minimal 30 persen). Ya itu saja menjadi bagian,” ujar Airlangga.

Airlangga tak bicara banyak mengenai manuver Bamsoet yang berniat maju dalam pemilihan ketum. “Kan kita lihat hasil pemilu dan hasil konsolidasi,” imbuh Airlangga yang juga menteri perindustrian tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PG, Theo L Sambuaga berharap setiap kader yang bakal maju dapat bersaing secara sehat. Pasalnya, PG merupakan partai yang demokratis dalam menentukan kepemimpinan. Munas PG dijadwalkan pada Desember 2019.

“Golkar itu partai terbuka, partai kader, dan partai yang demokratis. Kalau ada yang ingin maju, sanggup memimpin Golkar ke depan, membawa Golkar lebih baik lagi, silakan. Berkompetisi secara sehat,” kata Theo kepada Beritasatu.com.

Menurut Theo, Airlangga tetap berpeluang memimpin kembali PG. “Kita juga tidak menutup kemungkinan Pak Airlangga Hartarto untuk maju lagi sebagai ketum. Intinya berkompetisi sehat. Yakinkan jajaran Golkar bahwa yang akan maju benar-benar punya kemampuan,” ujar Theo.

Theo mengingatkan supaya kader-kader PG tidak saling memfitnah dan menyudutkan. Menjaga agar citra PG senantiasa positif di tengah-tengah masyarakat. “Saya optimistis kader-kader Golkar punya kedewasaan berdemokrasi, berorganisasi, dan berpartai,” tegas Theo.



Sumber: Suara Pembaruan