MK Minta Pemohon Sengketa Pileg Bedakan Pemilu Ulang, Penghitungan Ulang dan PSU

MK Minta Pemohon Sengketa Pileg Bedakan Pemilu Ulang, Penghitungan Ulang dan PSU
Saldi Isra. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / CAH Selasa, 9 Juli 2019 | 20:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra meminta seluruh pemohon dalam perkara sengketa Perselisihan hasil pemilu (Pemilu) pileg 2019 memperhatikan permohonan mereka. Saldi meminta Pemohon untuk memahami perbedaan antara pemilu ulang, pemungutan suara ulang dan penghitungan suara ulang.

"Saya ingin ingatkan kepada seluruh pemohon khususnya kuasa hukum untuk memperhatikan permohonannya. Bahwa ada perbedaan yang mendasar antara pemilu ulang, penghitungan suara ulang, dan pemungutan ulang," ujar Saldi saat menyidang sengketa pileg dari Provinsi Papua, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

Menurut Saldi, pemahaman yang komprehensif terkait pemilu ulang, pemungutan suara ulang dan penghitungan suara ulang sangat penting supaya petitum yang dimohonkan tetap relevan dengan maksud yang ingin disampaikan.

"Nanti petitum dan maksudnya ya 'jaka sambung naik ojek' jadinya, nggak nyambung, gitu ya," tandas dia.

Saldi mengakui bahwa, dalam menyampaikan dalil-dalil permohonan, kadang para pemohon mencampuradukan ketiga istilah tersebut. Padahal, kata dia, secara hukum, ketiga istilah tersebut berbeda-beda arti dan konteksnya.

"Jangan Anda nanti salah menyebutnya, jadi permohonannya jadi kabur," pungkas Saldi.

Majelis MK juga minta KPU nantinya menjelaskan makna dan konteks dari istilah pemilu ulang, pemungutan suara ulang dan penghitungan suara ulang sebagaimana diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.



Sumber: BeritaSatu.com