Ini Syarat Minimal Anak Muda Jadi Menteri Menurut Megawati

Ini Syarat Minimal Anak Muda Jadi Menteri Menurut Megawati
Megawati Soekarnoputri ( Foto: Suara Pembaruan/Markus Junianto Sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / CAH Rabu, 10 Juli 2019 | 19:55 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Politik nasional sedang diramaikan dengan wacana calon menteri periode 2019-2024 dari kalangan milenial. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tak menolak kalangan milenial asalnya punya pengalaman dan mengerti praktek tata pemerintahan. Wujudnya, minimal tahu soal DPR.

Hal itu disampaikan Megawati menjawab pertanyaan wartawan di sela kunjungan kerjanya ke Beijing, Tiongkok, Rabu (10/7/2019).

Menurut Megawati, bisa saja menteri itu dari kalangan anak muda. Namun harus dipastikan memang bisa bekerja. Begitupun yang berusia tua namun berpengalaman dan bisa bekerja, tak seharusnya ditolak.

Megawati mengatakan, di zaman Bung Karno, ada anggota kabinet yang muda, tetapi memang pintar dan menguasai masalah.

"Ini yang saya lihat kelemahan kita dewasa ini. Orang disodor-sodorkan, tetapi tidak mengerti secara praktis tata pemerintahan," kata Megawati.

Sebagai orang partai politik, Megawati menilai seseorang itu minimal harus tahu soal DPR. Sebab di situlah tempat membuat undang-undang (UU), bertemu dan mengawasi mitra kerja, hingga memutuskan RUU bersama Pemerintah.

Artinya, seorang muda itu paling tidak sudah harus belajar. Sama dengan dirinya yang ketika masuk pemerintahan sudah memiliki pengalaman di DPR dalam membuat perundangan.

"Kalau tidak tahu proses bikin perundangan, bagaimana? Dan saya suka bilang, (jadi menteri, red) memang mau mejeng saja? Saya tidak akan menyebut nama. Kita lihat, mereka-mereka yang tidak punya latar belakang di dalam proses menjalankan tata pemerintahan di republik ini, dia fail (gagal, red)," ujar Megawati.

"Karena dia akan bingung sebenarnya dia mau bikin apa," tambahnya.

Maka itu, Megawati menegaskan kalau ada anak muda yang ingin jadi menteri seperti wacana yang saat ini beredar, sebaiknya menyiapkan dirinya dengan baik.

Untuk diketahui, Jokowi mengisyaratkan bakal memilih menteri milenial atau anak muda dalam kabinet 2019-2024. Jokowi mengatakan kabinet ke depan memerlukan orang-orang yang dinamis, fleksibel dan mampu mengikuti perubahan zaman uang sangat cepat.

"Bisa saja ada menteri umur 20-25 tahun. Tapi, dia harus mengerti manajerial, manajemen, mampu mengeksekusi program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak," kata Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com