PSI Kritisi Pengajuan Kasasi ke MA oleh BPN Prabowo-Sandi

PSI Kritisi Pengajuan Kasasi ke MA oleh BPN Prabowo-Sandi
Ilustrasi Pilpres 2019. ( Foto: AFP )
Yustinus Paat / AO Rabu, 10 Juli 2019 | 23:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritisi langkah hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno yang mengajukan kasasi terkait putusan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ke Mahkamah Agung (MA).

“Tim BPN belum bisa menerima realitas politik di Pilpres 2019. Padahal, semuanya sudah diuji di Mahkamah Konstitusi dan diputus secara objektif, berdasarkan fakta, dan keyakinan kuat para hakim MK,” ujar Juru Bicara PSI, Dedek Prayudi di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Kubu Prabowo-Sandiaga menggugat kembali hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Agung (MA) dengan tudingan pelanggaran pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di tingkat kasasi. Sebelumnya, gugatan itu tidak diterima MA. Selain itu, Dedek juga melihat bahwa ada inkonsistensi antara ucapan dan perbuatan dalam kubu pasagan calon nomor urut 02.

"Elite-elite politik kubu 02, dalam banyak kesempatan, menyatakan akan menghormati dan menerima apa pun putusan MK," ujar dia.

"Saya ingatkan lagi, sebelum pemilu, survei disalahkan. Lalu, setelah pemilu, hitung cepat juga disalahkan. Lalu, real count KPU juga disalahkan. Gugatannya di MK juga sudah ditolak. Sekarang tetap ngeyel melawan putusan MK. Setiap Pemilu ada yang menang, ada yang kalah," ujar Dedek.

Pelajaran untuk Pilpres 2024 mendatang, kata Dedek, semoga yang maju kelak adalah negarawan-negarawan sejati. “Negarawan sejati adalah mereka yang siap menang, tetapi yang lebih pentin juga siap menerima kekalahan dengan lapang dada. Energi bangsa ini sudah saatnya difokuskan kepada pembangunan,” ujar peraih master dari Stockholm University, Swedia, itu.



Sumber: BeritaSatu.com