Terima Ajakan Ansy, BTP Ingin ke Kupang

Terima Ajakan Ansy, BTP Ingin ke Kupang
Yohanis Fransiskus Lema (kiri) bersama Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, 10 Juli 2019. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / HA Rabu, 10 Juli 2019 | 23:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Basuki Tjahaja Purnama atau BTP menyambut antusias ajakan anggota DPR RI terpilih NTT Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema untuk berkunjung ke Kupang. Rencana BTP ke Kupang muncul setelah dua sahabat itu bertemu di kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

“Saya mau ke Kupang nanti, tinggal atur waktu dengan Ansy agar bisa ketemu di sana. Mudah-mudahan pas dia syukuran waktu saya juga kosong bisa sama-sama ke sana sekalian bertemu masyarakat NTT di Kupang. Sekali lagi salam, syalom Tuhan memberkati kita semua,” ujar BTP.

Pada kesempatan itu BTP mengucapkan selamat kepada Ansy yang telah mendapatkan kepercayaan rakyat NTT untuk menjadi anggota DPR RI. Mantan Bupati Belitung Timur itu meminta masyarakat NTT untuk tetap mendukung Ansy Lema di Senayan.

“Untuk para pendukung saudara saya Ansy Lema yang sudah jadi anggota DPR RI, saya tentu harapkan dukung dia terus,” pinta BTP.

Persahabatan BTP dan Ansy berlangsung jauh hari sebelum BTP memimpin Jakarta. Bahkan BTP menyebut Ansy sebagai saudara dan menjadikannya satu-satunya juru bicara dari kalangan profesional pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

Ansy yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional Jakarta ini kerap tampil mengesankan dengan saat menjelaskan rekam jejak kinerja BTP saat memimpin Jakarta.

Dibalut obrolan santai dan akrab, BTP berkomitmen untuk mendukung penuh kiprah Ansy di Senayan. Ansy menggunakan pertemuan itu untuk menggali inspirasi kepemimpinan dari BTP.

Seperti biasa, BTP selalu membagikan gagasan cerdasnya soal tata kelola pemerintahan, juga pandangan visionernya perihal membangun negeri. Ia juga berpesan kepada Ansy agar sebagai wakil rakyat bisa menjalankan filosofi dan karakter kepemimpinan yang pernah dijalankannya.

“Saya juga akan dukung. Anda harus tetap bersih, transparan dan profesional,” pesan BTP.

Ansy menjelaskan dalam pertemuan tersebut, sebagai kader PDI Perjuangan, keduanya juga berdiskusi serius tentang pengembangan dan penguatan ekonomi kerakyatan di NTT, Karena PDI Perjuangan memiliki kepedulian dan keberpihakan kuat terhadap orang kecil atau kaum miskin yang bersumber dari ajaran Marhaenisme Bung Karno.

“Ahok berkomitmen akan membagikan pengalamannya terkait program-program ekonomi kerakyatan yang pernah dijalankannya agar wong cilik dapat terangkat kesejahteraannya,” ungkap Ansy.

Dalam diskusi tersebut, BTP mengungkapkan kekagumannya kepada NTT sebagai miniatur kebangsaan Indonesia. NTT merupakan contoh konkret teladan toleransi terhadap fakta kebinekaan suku, agama, dan bahasa yang bisa diikuti di tingkat nasional.

“Ahok kagum terhadap semangat kebangsaan dan komitmen Pancasila yang ditunjukkan masyarakat NTT. Menurut Ahok, NTT dapat menjadi contoh praktik toleransi dan militansi kebinekaan di Indonesia. Berbeda-beda tapi kita tetap saudara sebangsa dan setanah air,” pungkas Ansy.



Sumber: BeritaSatu.com