MK Putuskan Perkara PHPU Pileg Lanjut ke Pembuktian pada 22 Juli

MK Putuskan Perkara PHPU Pileg Lanjut ke Pembuktian pada 22 Juli
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) memimpin sidang perdana perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pileg 2019 untuk DPR dan DPRD Jawa Timur didampingi Hakim MK Arief Hidayat (kanan) dan Enny Nurbaningsih (kiri) di Jakarta, Selasa (9/7/2019). Sidang perdana tersebut beragenda pemeriksaan pendahuluan atau memeriksa kelengkapan dan kejelasan materi permohonan serta pengesahan alat bukti. ( Foto: ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay )
Yustinus Paat / JAS Jumat, 12 Juli 2019 | 07:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mahkamah Konstitusi (MK) mengungkapkan bahwa tidak semua perkara sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) legislatif yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi, dilanjutkan ke tahapan sidang pembuktian. MK akan memutuskan perkara-perkara yang lanjut ke tahapan sidang pembuktian pada 22 Juli 2019 mendatang.

"Itu akan disampaikan pada hari tanggal 22 Juli putusan dismissal," ujar Hakim Konstitusi Arief Hidayat saat pimpin sidang pendahuluan PHPU Pileg di Ruang Sidang MK, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Arief mengatakan, MK akan menggelar Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) untuk memutuskan perkara-perkara yang bakal lanjut ke sidang pembuktian. RPH ini dilakukan setelah MK mendengarkan jawaban-jawaban KPU sebagai termohon dan pihak terkait serta keterangan Bawaslu dalam sidang PHPU Pileg.

"Setelah itu kita menggelar rapat permusyarawatan hakim untuk menilai apakah perkara ini akan diputus dismissal artinya tidak dilanjut ke persidangan selanjutnya untuk memeriksa saksi," kata Arief.

Karena itu, Arief meminta para pemohon agar menyampaikan dalil-dalil secara jelas dan detail. Termasuk, kata dia, alat-bukti-alat bukti yang mendukung dalil tersebut khusus alat bukti surat atau tulisan.

"Sekarang lengkapi buktinya biar kita tahu bisa dilanjut apa tidak," tandas dia.

Menurut Arief, para pemohon tidak boleh berpikir terlalu jauh dan membahas saksi pada sidang pendahuluan ini. Pasalnya, perkara yang diajukan tidak otomatis dilanjutkan ke sidang pembuktian.

"Urusan saksi nanti, jangan bicara saksi dalam persidangan mahkamah itu yang namanya bukti surat tulisan coba di UU. Belum tentu semua perkara ini bisa lanjut ke pemeriksaan saksi,"pungkas dia.

MK sedang menggelar sidang pendahuluan dari tanggal 9 Juli hingga 12 Juli 2019. Kemudian, dilanjutkan sidang pemeriksaan atau sidang pembuktian pada 15 Juli hingga 30 Juli 2019. Pengucapan putusan akan dilakukan pada 6 Agustus sampai 9 Agustus 2019.

MK telah meregistrasi 260 sengketa PHPU Pileg yang terdiri dari 250 perkara PHPU DPR RI/DPRD dan 10 perkara PHPU DPD RI. Dari 250 perkara PHPU Pileg DPR RI/DPRD, terdapat 249 perkata yang diajukan oleh partai politik dan satu perkara diajukan masyarakat adat Papua.



Sumber: BeritaSatu.com