Ini 9 Kader PPP yang Dinilai Berpotensi Masuk Kabinet

Ini 9 Kader PPP yang Dinilai Berpotensi Masuk Kabinet
Suharso Monoarfa (duduk ketiga kiri) resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2019-2021 pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III PPP di Hotel Seruni Puncak, Bogor, Rabu (20/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Yustinus Paat / FMB Jumat, 12 Juli 2019 | 17:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Selasa (9/7/2019) kemarin, Pengurus DPP PPP diminta menyodorkan kadernya untuk mengisi jabatan menteri periode 2019-2024. Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa menyebut bahwa partainya mempunyai banyak stok kader untuk masuk kabinet, dari kader muda hingga kader perempuan.

“Saya mengulangi saja, kalau NasDem minta 11, PKB minta 10, maka pantes juga kalau PPP minta sembilan. Begitu kata Presiden,” ujar Suharso usai bertemu dengan presiden (9/7/2019) di Istana Bogor.

Lalu muncul pertanyaan, siapa sembilan kader yang layak masuk kabinet? Sejumlah nama pun bermunculan. Berdasarkan informasi dari internal PPP, terdapat sejumlah nama potensial di berbagai bidang untuk menjadi menteri Jokowi-Ma'ruf.

Di bidang ekonomi, ada Suharso Monoarfa dan Mardiono. Suharso saat ini menjabat sebagai Plt Ketum dan pernah menjabat sebagai Menpera serta dikenal sebagai pengusaha. Sedangkan Mardiono tercatat sebagai wakil ketua umum bidang pemenangan pemilu dan menjadi salah satu pengusaha nasional.

Di bidang hukum ada nama Arsul Sani yang menjabat sebagai Sekjen yang sekaligus dikenal sebagai advokat senior dan praktisi hukum. Saat ini tercatat sebagai anggota Komisi III. Di bidang agama ada Waketum, Arwani Thomafi yang dikenal berasal dari kalangan pesantren dan pernah menjadi anggota Komisi VIII.

Lalu di bidang bidang pendidikan dan sosial ada nama waketum Wardatul Asriah, dan waketum Reni Marlinawati. Wardatul Asriah merupakan lulusan IAIN Syarif Hidayatullah dan menjabat anggota DPR dua periode. Sedangkan Reni Marlinawati juga pernah menjabat Ketua Fraksi PPP DPR dan saat ini sebagai Wakil Ketua Komisi X.

Jika Jokowi ingin mendapatkan menempatkan kader PPP di jajaran kementerian kesehatan ada nama Ermalena dan Amir Uskara yang keduanya menjabat sebagai waketum. Terakhir dari kalangan milenial ada nama Achmad Baidowi yang pada pemilu 2019 masuk 10 besar perolehan suara caleg DPR RI dan terbanyak di PPP. Saat ini tercatat sebagai anggota Komisi II dan anggota Baleg DPR.

Menurut Direktur Lembaga Survei Independen Indonesia (LSIN), Mohammad Yasin, PPP sebagai koalisi Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin mempunyai kesempatan untuk mengirimkan kadernya di kursi kabinet. Jokowi Ma’ruf kata Yasin, pasti akan memilih calon menteri dari nama yang disodorkan semua partai koalisi, khususnya mereka yang mempunyai wakil di DPR RI.

“Semua partai politik, khususnya yang mempunyai kursi di DPR RI tentu sudah mempunyai kader pilihan sesuai dengan pos kementerian yang sudah disiapkan,” kata Yasin, Jumat (12/7/2019).

Untuk PPP misalnya, ujar Yasin partai berlambang Ka’bah setidaknya memiliki sejumlah nama potensial untuk diusulkan masuk kabinet sesuai bidangnya. Dia memprediksikan sembilan nama tadi berpotensi masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Lalu siapakah yang akan dipilih Jokowi? Yasin memprediksi wakil dari PPP tidak keluar dari sembilan nama tersebut," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com