Pramono Anung: Pertemuan Jokowi-Prabowo Simbolkan Perubahan

Pramono Anung: Pertemuan Jokowi-Prabowo Simbolkan Perubahan
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di dalam gerbong kereta MRT di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / WBP Sabtu, 13 Juli 2019 | 13:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu untuk pertama kalinya usai Pilpres 2019, Sabtu (13/7/2019). Namun, tak seperti pertemuan tokoh politik umumnya yang biasanya digelar di hotel, restoran atau rumah pribadi, Jokowi dan Prabowo memilih bertemu di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus. Keduanya kemudian naik MRT menuju Stasiun Senayan dan berjalan kaki ke mal FX Senayan. Di mal ini, Jokowi dan Prabowo santap siang bersama dengan hidangan seperti sate, sayur asem, ubi dan jagung rebus serta kelapa muda dan nanas.

Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) Pramono Anung yang turut hadir dalam pertemuan bersejarah ini mengatakan, pertemuan di Stasiun MRT merupakan pilihan Jokowo dan Prabowo sendiri. Lokasi tersebut dipilih sebagai simbol adanya perubahan budaya, dalam hal ini budaya transportasi. "Pilihan di MRT ini pilihan berdua, karena memang menunjukan sekarang kultur budaya transportasi kita sudah mengalami perubahan," kata Pramono usai pertemuan di FX Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Pramono juga menjelaskan alasan kedua tokoh utama dalam Pilpres 2019 ini memilih santap siang bersama di Sate Khas Senayan. Pramono mengatakan, baik Jokowi maupun Prabowo merupakan pelanggan resto tersebut. Apalagi, katanya menu di resto Sate Khas Senayan menawarkan hidangan yang menjadi favorit keduanya. "Pilihan di Sate Khas Senayan juga pilihan berdua karena pak Prabowo suka sate kambing, pak Jokowi suka pecel tahu tempe. Sehingga kombinasi inilah terjadi hari ini dan pertemuannya berjalan dengan baik," tutur Pramono Anung.

Meski pertemuan antara Jokowi dan Prabowo tak berlangsung lama, Pramono meyakini pertemuan ini menjadi pendidikan poltik bagi masyarakat Indonesia. Setidaknya dalam pertemuan ini, Jokowi dan Prabowo bersepakat untuk membangun Indonesia.
"Beliau (Jokowi-Prabowo) komitmen tidak ada 01 02, ga ada kampret ga ada cebong. Yang ada adalah garuda merah putih," kata Pramono Anung.



Sumber: Suara Pembaruan