Memahami Visi Baru Jokowi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Memahami Visi Baru Jokowi

Senin, 15 Juli 2019 | 03:47 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho, Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah dipastikan menjadi pemenang pemilihan presiden 2019 secara sah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan visi yang lebih tegas dan galak bagi periode kedua pemerintahannya.

Saat berpidato dengan tajuk Visi Indonesia di Sentul, Bogor, Minggu (14/7/2019) malam, Presiden beberapa kali mengatakan dia tidak akan ragu untuk memangkas jabatan atau bahkan membubarkan instansi yang tidak efektif dan tidak efisien.

Jokowi ditemani oleh wakil presiden terpilih Ma'uf Amin yang menyampaikan pidato terpisah.

Jokowi membeberkan ambisinya untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kompetitif di kancah global. Untuk itu, harus ditempuh cara-cara baru dalam mengelola negara, dan setiap warga negara dan terutama aparatur negara harus peka terhadap perubahan zaman.

"Kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau," tegas Jokowi.

"Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman."

Nadanya menjadi lebih keras lagi ketika bicara tentang birokrasi, yang menurutnya tidak boleh menjadi penghambat investasi.

"Yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan," kata Jokowi.

Bahkan, ketika bicara tentang persatuan bangsa, Jokowi tak hendak melembutkan intonasinya.

"Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain," ujarnya.

Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (kanan) dan KH Ma'ruf Amin (kedua kanan) bersama Iriana Joko Widodo dan Wury Estu Handayani (kedua kiri) menyapa pendukung di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, 14 Juli 2019. (ANTARA)

Simak pidato lengkap Jokowi, yang malam itu menyebut dirinya sebagai calon presiden terpilih:

Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Hadirin yang berbahagia.

Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis! Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

Pertama, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

Kedua, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!

Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

Ketiga, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

Keempat, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!

Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!

Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, Indonesia yang produktif, dan Indonesia yang inovatif, Indonesia yang kompetitif.

Kelima, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

Bapak Ibu dan hadirin yang berbahagia, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.

Kita harus optimis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!

Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.

Kita memiliki norma-norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur.

Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa! Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.

Sekali lagi, ideologi kita adalah Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman. Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu indah.

Saya yakin, semua kita berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menunjujung tinggi kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Ini bukanlah tentang aku, atau kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu!

Sebutir Pasir
Sementara Ma'ruf lebih menekankan pada semangat rekonsiliasi pasca-pemilihan presiden yang penuh sentimen kelompok dan benturan antar pendukung masing-masing calon.

"Apa pun agamanya, apa pun sukunya, apapun etnisnya, baik itu pendukung 01 maupun pendukung 02, dan juga mereka yang tidak mendukung 01 maupun 02. Karena mereka adalah bagian dari semua kita," kata Ma'ruf.

Ma'ruf lalu mengingatkan semuanya agar mensyukuri warisan pendiri bangsa dalam wujud sebuah negara merdeka dan berdaulat. Dan itu dibangun di atas landasan yang kuat yakni Pancasila, UUD 1945, dan ikatan Bhinneka Tunggal Ika.

"Karena itu, marilah semua menjaga itu dengan sekuat-kuatnya. Tidak hanya kesatuan politik, namun juga kesatuan ekonomi," kata Ma'ruf.

(ANTARA)

"Karena itu visi indonesia ke depan harus dinikmati oleh seluruh rakyat indonesia, harus dinikmati oleh semua kita tanpa terkecuali di mana pun berada. Saudara-saudara sekalian, mari kita rapatkan barisan. Kita kuatkan satukan visi, jadilah kita bagian dari pada bangunan Indonesia," papar Ma'ruf.

"Indonesia ibarat satu bangunan. Seperti satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan. Karena itu jadilah kita bangunan Indonesia itu. Jadilah kita pasirnya bangunan Indonesia itu walaupun satu butir. Jadilah kita bangunan Indonesia itu walaupun semennya, walaupun satu sendok."

"Jadilah kita batunya bangunan itu, walaupun satu biji. Jadilah kita besinya indonesia itu walaupun satu lembar. Agar Indonesia satu sama lain saling menguatkan," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Nihayatul Wafiroh Protes Keras Kebijakan Naik Pesawat Wajib Tes PCR

Nihayatul Wafiroh melayangkan protes keras terkait kebijakan yang mewajibkan penumpang pesawat untuk menyertakan hasil negatif Covid-19 melalui tes PCR.

POLITIK | 20 Oktober 2021

Murni Inisiatif Relawan, Deklarasi Anies Baswedan Calon Presiden 2024

Deklarasi Anies Baswedan Calon Presiden 2024 murni inisiatif dari para relawan. Anies tidak mengetahui deklarasi tersebut.

POLITIK | 20 Oktober 2021

Survei: Elektabilitas Ganjar Pranowo Ungguli Prabowo Subianto

Hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan Ganjar Pranowo berada di posisi pertama untuk tingkat keterpilihan (elektabilitas).

POLITIK | 20 Oktober 2021

Prabowo Kembali Puji Jokowi, Jokpro 2024 Optimistis

Jokpro 2024 optimistis pasangan Jokowi-Prabowo dapat terwujud di Pilpres mendatang.

POLITIK | 20 Oktober 2021

Deklarator Anies: Keluarga Besar Saya di Sulawesi Iri dengan Warga Jakarta

Deklarator Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (Anies) La Ode Basir mengaku keluarganya di Sulawesi iri dengan warga Jakarta karena dipimpin Anies Baswedan.

POLITIK | 20 Oktober 2021

Relawan Beberkan Keberhasilan Anies Pimpin Jakarta

Para relawan meyakini Anies akan melanjutkan pemerintahan yang sudah baik dan bisa membawa Indonesia lebih baik.

POLITIK | 20 Oktober 2021

Jokowi Harap Apkasi Otonomi Expo Perkuat Kerja Sama Perdagangan Antardaerah

Apkasi Otonomi Expo 2021 diharapkan dapat memperkuat kerja sama perdagangan antardaerah untuk menghadapi ketidakpastian dunia akibat pandemi Covid-19.

POLITIK | 20 Oktober 2021

LAN Terbitkan Indeks Kualitas Kebijakan sebagai Instrumen Penilaian Reformasi Birokrasi

Dalam rangka meningkatkan indeks daya saing saat ini, salah satu tantangan yang dihadapi adalah Reformasi Birokrasi (RB) harus bisa berjalan berkesinambungan

POLITIK | 19 Oktober 2021

Martin Manurung: Pembenahan dan Perubahan BUMN Terus Berjalan

Martin Manurung menilai pembenahan dan perubahan di Kementerian BUMN terus berjalan

POLITIK | 19 Oktober 2021

Bicara 2 Tahun Jokowi-Ma’ruf, Ali Mochtar Ngabalin: Terus Tumbuh Gapai Cita-cita Bangsa

Ali Mochtar Ngabalin berbicara mengenai dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Ngabalin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggapai cita-cita bangsa.

POLITIK | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Uni Eropa Jadi Pengekspor Vaksin Covid-19 Terbesar

Uni Eropa Jadi Pengekspor Vaksin Covid-19 Terbesar

DUNIA | 54 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings