PDI Perjuangan: Pidato Visi Indonesia Presiden Jokowi Visioner, Mengakar Kuat Pada Pancasila

PDI Perjuangan: Pidato Visi Indonesia Presiden Jokowi Visioner, Mengakar Kuat Pada Pancasila
Presiden Joko Widodo memberikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, 14 Juli 2019. ( Foto: ANTARA )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Senin, 15 Juli 2019 | 11:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PDI Perjuangan memberikan apresiasi atas pidato penuh semangat yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam acara Visi Indonesia di Sentul, Bogor, Jumat (14/7/2019) malam.

Menurut Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, sebagai presiden, Jokowi memiliki sense of direction bagi masa depan bangsa. Berbagai tantangan kemajuan teknologi, kompetisi antar bangsa, dijawab dengan sangat baik melalui visi Indonesia Raya.

"Kesemuanya menyentuh aspek paling mendasar, bahwa pembangunan manusia Indonesia menjadi kunci seluruh gerak kemajuan tersebut," kata Hasto, Senin (15/7/2019).

Presiden Jokowi juga dinilai jujur dan melihat secara jernih tantangan yang dihadapi dan menegaskan betapa pentingnya pola pikir yang baru.

"Apa yang ditegaskan oleh Presiden bahwa tidak ada lagi pola pikir lama; Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman; dan ketegasannya bahwa Bangsa Indonesia harus berubah, adaptif, produktif, lebih kreatif, dan kompetitif, menunjukkan kuatnya pemahaman terhadap sense of direction tersebut," beber Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin itu.

PDI Perjuangan juga menilai bahwa menjadi pemimpin itu harus kokoh dalam prinsip, terlebih ketika berkaitan dengan Pancasila dan kebinekaan Indonesia. Pemimpin juga harus memegang teguh konstitusi dan menjalankannya dengan selurus-lurusnya.

Bagi PDIP, prinsip itulah yang ditegaskan Jokowi. Syarat bagi Indonesia Satu adalah Pancasila yang dibumikan dalam seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sikap tegas Presiden yang tidak memberikan ruang sedikitpun terhadap bagi pihak-pihak yang mengganggu Pancasila bagaikan ‘national call’ bagi seluruh lembaga negara, seluruh aparat penegak hukum dan seluruh jajaran kementerian negara untuk menjalankan kebijakan yang ideologis tersebut.

"Dengan menjadikan Pancasila hidup dalam seluruh gerak kehidupan berbangsa, maka Indonesia yang satu, berdaulat, berkemajuan, adil dan makmur bisa kita wujudkan," tukasnya. "Di dalam Indonesia yang satu itulah, setiap warga negara Indonesia diperlakukan sama, setara, dan menjadi warga yang memiliki kesadaran untuk terus berjuang bagi kejayaan bangsanya," pungkas Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com