Mardani Beri Masukan untuk Visi Indonesia Jokowi

Mardani Beri Masukan untuk Visi Indonesia Jokowi
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera ( Foto: ANTARA )
Yustinus Paat / HA Selasa, 16 Juli 2019 | 00:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah visinya untuk memimpin Indonesia 2019-2024, hari Minggu (14/7/2019) malam di Sentul, Kabupaten Bogor.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan inisiator tagar #KamiOposisi Mardani Ali Sera langsung memberikan masukan pada apa yang sudah disampaikan Presiden Jokowi. Menurut Mardani, secara garis besar pidato Jokowi cukup berani.

“Saya cukup apresiasi kepada visi misi yang disampaikan Presiden Jokowi. Pemimpin itu harus punya big view dan konsep karena menjadi tumpuan semua," kata Mardani, Senin (15/7/2019).

Mardani menilai pemimpin itu berada sendiri di puncak atau istilah dua "when you are a leader, you are alone on the top". Ketika berada di puncak, kata dia, pemimpin boleh menerima pendapat dari berbagai pihak, tetapi keputusan selalu berada di tangannya.

“Boleh minta pendapat, tapi keputusan ada di tangan Anda sendiri, terlebih dalam sistem presidensial, kekuasaan presiden diberikan sangat besar,“ ungkap Mardani.

Baca juga: Ini Pidato Lengkap Jokowi di Visi Indonesia

Wakil Ketua Komisi II DPR itu mengkritisi bagian penegakan hukum dalam visi misi yang perhatian masih sangat kurang.

"Perkuatlah KPK dan pastikan sinergi KPK, Kepolisian dan Kejaksaan terjadi. Cari nakhoda yang dapat memimpin penegakan hukum baiknya bukan dari politisi. Tanpa penegakan hukum yang adil dan efisien tidak ada pertumbuhan ekonomi berkualitas,” jelas dia.

Mardani menyebutkan tiga hal masukan konstruktif. Pertama, Jokowi harus teguh memegang sikap sebagai negarawan.

"Akan banyak pihak yang menentang karena terganggu status quo-nya. Jika akar tidak kuat pohon kebijakan yang pro rakyat akan tumbang," tutur dia.

Kedua, lanjut Mardani, Jokowi harus mencari tim kerja yang satu hati. Dia juga berharap Jokowi memilih para pemberani dan pejuang yang tidak sibuk memikirkan diri dan kelompok. Menurut dia, jika tim ini fokus melayani rakyat, insentif elektoral pasti didapat Jokowi.

"Ketiga, sederhanakan lembaga dan rantai komando. Berani memangkas birokrasi dan memfokuskan anggaran," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com