Waketum Gerindra Sebut Sistem Demokrasi Indonesia Kesasar

Waketum Gerindra Sebut Sistem Demokrasi Indonesia Kesasar
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, saat ditemui pada suatu acara diskusi politik di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019). ( Foto: Antara Foto / Pamela Sakina )
Hotman Siregar / JAS Jumat, 19 Juli 2019 | 15:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Puyuono menyebut sistem demokrasi Indonesia sudah kesasar. Menurutnyapara politisi sering mengucapkan kalau sistem demokrasi Indonesia mengenal oposisi padahal itu keliru.

"Padahal sudah jelas-jelas di konstitusi kita bukan sistem parlementer. Supaya pada melek semua ya, yang namanya anggota DPR dari mulai pusat hingga kabupaten/kota ya harus selalu berseberangan dengan pemerintah untuk menjadi pengawas jalan pemerintahan dan mitra kerja pemerintah," kata Arief di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Menurut Arief, yang namanya Dewan Perwakilan Rakyat harus mewakili suara rakyat bukan suara pemerintah. Menurutnya, pemerintah memiliki tugas mengurus negara dan rakyat yang harus diawasi oleh DPR.

"Kalau di legislatif itu dikenal adanya oposisi, ya DPR diganti saja jadi Dewan Perwakilan Rakyat yang saat ini 40 persen kursinya dan Dewan Perwakilan Pemerintah yang 60 persen kursinya," ucapnya.

Ia mencontohkan pemerintah dalam hal penggunaan APBN melewati batasan defisit anggaran yang ditentukan tidak akan bisa dimakjulkan oleh DPR karena di badan legislatif karena suara "Dewan Perwakilan Pemerintah" lebih banyak .

"Jadi tambah kesasar tuh sistem demokrasi kita," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com