Taufik Hidayat: Bamsoet Sibuk dengan Dapilnya Sendiri

Taufik Hidayat: Bamsoet Sibuk dengan Dapilnya Sendiri
Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo (tengah) bersama Politikus Golkar Ali Yahya (kiri) dan Anggota Dewan Pembina Partai Golkar Paskah Suzetta (kedua kanan) saat mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024, di Jakarta, Kamis 18 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Robertus Wardi / HA Senin, 22 Juli 2019 | 19:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR yang juga politisi Partai Golkar (PG) Bambang Soesatyo (Bamsoet) dinilai tidak tepat mengkritik masalah dana saksi yang dikeluarkan PG pada Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April lalu.

Alasannya, menurut Ketua bidang Organisasi DPP PG Taufik Hidayat, kontribusi Bamsoet saat Pileg sangat kecil, bahkan tidak ada untuk pemenangan Golkar. Padahal dia adalah salah satu elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG dengan jabatan sebagai Wakil Koordinator bidang Pratama.

"Dia hanya sibuk urus Daerah Pemilihan (Dapil) sendiri. Kontribusi untuk pemenangan Golkar secara nasional tidak ada," kata Taufik di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Ia menanggapi kritik Bamsoet soal dana saksi dari PG pada pemilu 17 April lalu. Bamsoet menilai pengelolaan dana saksi pada Pemilu 2019 sangat amburadul. Ada beberapa daerah yang tidak dapat dana tersebut. Akibatnya banyak pengurus daerah berutang untuk bayar saksi. Mereka berutang karena sudah dijanjikan ada dana saksi dari pengurus pusat.

Taufik menjelaskan dana saksi adalah kesukarelaan. Tidak ada dana saksi yang hanya bersumber satu orang. Semua kader Golkar gotong-royong untuk mengadakan dana saksi. Artinya semua kader wajib membantu dana saksi.

Dalam konteks gotong-royong itu, imbuhnya, kepedulian Bamsoet sangat minim. Bamsoet hanya sibuk memenangkan dirinya tetapi tidak berupaya mengangkat suara PG secara nasional.

"Hanya ingin mengejar Ketum, dia melempar kritik seperti itu. Mestinya dia harus koreksi diri. Dia sudah melakukan apa saat Pileg lalu. Orang dia tidak melakukan apa-apa kok. Jangan hanya mau narik simpati dari pengurus daerah lalu kritik sesuatu yang sesungguhnya dia tidak jalankan," ujar Taufik yang juga mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dia berharap Bamsoet bisa bersaing secara sehat untuk merebut Ketua Umum PG. Soliditas dan persatuan internal harus tetap dijaga tanpa melempar isu-isu yang bisa memecah belah.

Dia menilai Bamsoet telah menggunakan isu dana saksi untuk menyerang lawan.



Sumber: Suara Pembaruan