PDIP Akui Jokowi, Megawati, dan Prabowo Akan Bertemu

PDIP Akui Jokowi, Megawati, dan Prabowo Akan Bertemu
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. ( Foto: Beritasatu.com/Markus Junianto Sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Selasa, 23 Juli 2019 | 17:48 WIB

Jakarta, Beritasatu,com - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengakui bahwa akan ada pertemuan Presiden Jokowi, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Namun Hasto menegaskan bahasan pertemuan ini bukan soal koalisi, namun lebih kepada aspek mendasar seperti persahabatan dan komitmen bersama membangun bangsa. 

Rencana pertemuan itu diakui oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Selasa (23/7/2019).

Hasto menjelaskan, pada 23 Juli pada 18 tahun lalu, Megawati dilantik sebagai presiden kelima RI sekaligus presiden perempuan pertama di Indonesia, dan menyandang sebutan juga sebagai Presiden Mandataris MPR terakhir. Dalam mengemban amanat rakyat saat itu, maka Megawati membentuk Kabinet Gotong royong. Semangat gotong royong yang menjadi intisari Pancasila itulah yang terus dijalankannya.

"Atas dasar semangat yang sama, maka Ibu Megawati Soekarnoputri memang direncanakan bertemu dengan Pak Prabowo. Pertemuan dalam waktu dekat, dan sebagai tradisi silaturahim yang baik untuk dijalankan para pemimpin," kata Hasto.

Diingatkannya, pada saat kampanye pilpres pun, hubungan antara Mega dan Prabowo berjalan baik, saling menghormati dan tidak pernah terlontar hal-hal yang membuat adanya jarak. Mega percaya pada kenegarawanan Prabowo.

Dan sama halnya dengan Jokowi, Megawati percaya akan kepemimpinannya yang memersatukan. Karena itu, harus diwarnai dengan dialog antarpemimpin, yang merupakan hal yang memang seharusnya dilakukan.

Yang jelas, kata Hasto, pertemuan tersebut menyangkut aspek mendasar.

"Persahabatan antarpemimpin. Meski dalam pilihan politik berbeda, tetapi memiliki komitmen untuk berdialog dan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya," kata Hasto Kristiyanto.

Bagi pihaknya, apapun itu, rekonsiliasi pascapemilu penting untuk dilakukan. Namun ditekankannya, pertemuan tersebut jangan dimaknakan terlalu jauh dengan pembentukan koalisi.

"Sebab terkait koalisi pasca pilpres, fatsoennya harus dibahas bersama antara Presiden dengan seluruh Ketum Koalisi," imbuhnya.

Adapun tentang kapan dan di mana pertemuan itu, Hasto menyatakan pihaknya akan menginformasikan lebih lanjut.



Sumber: BeritaSatu.com