Gerindra: Pertemuan Prabowo-Megawati Baik Bagi Bangsa dan Negara

Gerindra: Pertemuan Prabowo-Megawati Baik Bagi Bangsa dan Negara
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade. ( Foto: Beritasatu TV )
Hotman Siregar / MPA Selasa, 23 Juli 2019 | 18:28 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Juru bicara DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku belum dapat konfirmasi dari pimpinan Gerindra soal pertemuan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto pada Rabu (23/7/2019) besok.

"Terus terang saya belum diinformasikan oleh pimpinan rencana pertemuan pak Prabowo dengan bu Mega besok hari," ujar Andre Rosiade di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Namun jika pertemuan besok benar terjadi, lanjut Andre, pertemuan itu baik bagi bangsa dan negara. Harapannya pertemuan ini berjalan agar Indonesia semakin guyub, polarisasi semakin menurun dan juga kebersamaan kita sebagai anak bangsa dan tokoh dan NKRI semakin kuat.

"Kalau besok terjadi pertemuan mengapresiasi hal itu. Saya terus terang belum diberikan informasi dari pimpinan Apakah besok terjadi pertemuan atau tidak karena memang informasi resmi belum diinformasikan kepada kami sebagai juru bicara saya belum tahu," katanya.

Dikatakan Andre, pertemuan tokoh-tokoh bangsa sangat penting dilakukan. Pertemuan itu menambahkan kesejukan dan menjadikan Indonesia semakin guyub bangsa dan negara semakin baik.

Andre menambahkan, dalam rapat dewan Pembina Jumat minggu lalu memperkuat dan memberikan kewenangan seluas-luasnya kepada Prabowo untuk memutuskan sikap partai Gerindra. Hal itu sesuai dengan ADRT partai Gerindra.

"Keputusan ada di Dewan Pembina dan rapat kemarin memberikan kewenangan yang begitu luas kepada Pak Prabowo sebagai ketua dewan Pembina. Sehingga tinggal tergantung kepada Pak Prabowo saja untuk memutuskan dan mengumumkan apa keputusan Partai Gerindra. Yang jelas  Gerindra satu suara seluruh kader tegak lurus bersama Pak Prabowo faktor keputusan Pak Prabowo kami seluruh kader akan bersama beliau dan mendukung keputusan beliau," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan