Harapan Gerindra Duduki Kursi Ketua MPR Dinilai Wajar

Harapan Gerindra Duduki Kursi Ketua MPR Dinilai Wajar
Sidang tahunan MPR. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FER Selasa, 23 Juli 2019 | 21:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengharapkan kursi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024. Hal itu dinilai suatu kewajaran. Hanya saja, koalisi partai politik (parpol) pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) bakal satu suara.

"Namanya juga minta kan boleh-boleh saja. Tapi koalisi pemerintahan pasti akan bulat menentukan satu suara, karena suara kita di DPR itu 62 persen. Jadi nanti di MPR kan kemudian mempertimbangkan suara-suara dari utusan daerah (DPD). Pasti ada dalam komposisi itu," kata mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Pramono Anung, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Menurut Pramono, penentuan kursi lima pimpinan MPR memang berbeda dengan DPR. Pasalnya, pimpinan DPR berasal dari lima partai peraih kursi terbanyak di parlemen.

"Tentunya Ketua MPR ini karena memang cara dan sistem pemilihannya berbeda dengan ketua DPR. Kalau Ketua DPR kan otomatis lima terbesar menjadi pimpinan. Bagaimana pengaturan untuk ketua MPR? Ini sangat bergantung dari koalisi sendiri,” ujar Pramono.

Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 2/2018 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3), pimpinan MPR dipilih melalui sistem paket. Pramono menuturkan, koalisi Jokokwi-Ma'ruf masih akan membahas mengenai pimpinan MPR.

"Di internal koalisi pemerintah akan ada pembicaraan itu. Mengenai siapa yang akan menjadi ketua MPR, siapa yang akan diajak dalam komposisi itu. Sekarang dalam tahap pembicaraan itu," tandas mantan wakil ketua DPR tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan