Agum: Lupakan Perbedaan Pilpres, Saatnya Purnawirawan Bersatu Kembali

Agum: Lupakan Perbedaan Pilpres, Saatnya Purnawirawan Bersatu Kembali
Agum Gumelar ( Foto: Istimewa )
Robert Wardy / CAH Senin, 29 Juli 2019 | 12:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum (Ketum) Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Jenderal (Purn) Agum Gumelar meminta seluruh purnawirawan TNI agar melupakan perbedaan dan perselisihan selama pemilihan presiden (Pilpres) 17 April 2019 lalu. Dia meminta para purnawirawan agar bersatu kembali dan bersama-sama membangun bangsa ke depan.

"Saya mengajak seluruh purnawirawan dari Angkatan Darat, Laut, Udara dan Polisi untuk bersatu kembali. Lupakan perbedaan masa kemarin. Kita menyongsong msa depan," kata Agum saat menghadiri silahturami para purnawirawan di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Senin (29/7/2019).

Acara itu difasilitasi Kemhan yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Tampak hadir pada acara itu, Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar, Jenderal TNI (Purn) Widjoyo Soejono, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, dan sejumlah purnawirawan lainnya.

Agum menjelaskan tugas seluruh purnawirawan ke depan adalah bukan sekadar mengawal pemerintahan terpilih sampai masa baktinya selesai 2024 tetapi menjaga bangsa dan negara ini dari ancaman gerakan yang sifatnya ingin mengganti Pancasila dan NKRI. Dia melihat saat ini sudah ada indikasi ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi lain.

"Tugas kita jauh lebih besar adalah mengawal bangsa negara ini dari ancaman gerakan yang ingin mengganti NKRI dan Pancasila yang sekarang ini kita kenal ancaman dari ekstrem atau radikal. Ada dua. Pertama dari paham komunis. Kedua adalah paham radikal agama yang ingin mendirikan negara khilafah. Inilah ancaman ke depan yang harus kita antisipasi. Ini perlu kebersamaan kita dengan jiwa semangat dan sumpah prajurit," tutur Agum.



Sumber: Suara Pembaruan