Konferda dan Konfercab Selesai, PDIP Siap Laksanakan Kongres

Konferda dan Konfercab Selesai, PDIP Siap Laksanakan Kongres
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. ( Foto: Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Kamis, 1 Agustus 2019 | 13:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PDI Perjuangan siap melaksanakan Kongres V yang akan dilaksanakan di Bali pada 8-10 Agustus mendatang. Pasalnya, agenda prakongres, yakni pelaksanaan konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (konfercab) di seluruh wilayah di Indonesia sudah diselesaikan.

Konferda maupun konfercab merupakan semacam kongres di tingkat propinsi dan kabupaten/kota. Artinya, sebelum ketua umum dan pengurus pusat baru dibentuk di kongres nanti, maka jajaran pengurus provinsi dan kabupaten harus terlebih dulu dipilih. Di tiap ajang itu, dilakukan juga evaluasi, konsolidasi, dan sinkronisasi program yang akan dibawa ke kongres nanti.

Kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, konferda di 33 provinsi dan konfercab di 514 kabupaten kota telah diselesaikan. Tinggal Provinsi Aceh yang akan melaksanakannya pada 3 Agustus mendatang.

"Kenapa Aceh terlambat? Itu karena kami kedepankan semangat untuk merangkul tokoh masyarakat. Bahkan di Aceh kita menemukan tokoh yang punya militansi. Di sana kami menemukan bahwa GAM itu adalah Gerakan Anak Megawati, itu pada saat pergerakan pemerintahan Orde Baru," kata Hasto dalam konferensi pers di kantor pusat partainya di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Selain Hasto, hadir Wasekjen Eriko Sotarduga dan Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat dan Andreas Hugo Pareira di dalam konferensi pers itu.

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Organisasi, Djarot Saiful Hidayat, yang hadir di acara itu menambahkan PDIP Aceh terlebih dahulu melakukan pembekalan sebelum konsolidasi organisasi dilaksanakan. Itu sebabnya Konferda dan Konfercab mundur.

Apapun itu, Hasto memastikan persiapan kongres partai sudah selesai dan siap untuk dilaksanakan di Bali.

"Kongres V PDI Perjuangan bertema 'Solid Bergerak untuk Indonesia Raya, dengan sub tema Mewujudkan PDI Perjuangan Sebagai Partai Pelopor," kata Hasto.

Tema ini mengandung makna bahwa soliditas partai melalui langkah kaderisasi kepemimpinan partai secara kelembagaan dan sistemik telah membangun kesadaran ideologi Pancasila, kesadaran politik untuk memberikan dedikasi bagi rakyat bangsa dan negara.

Selain itu, kesadaran organisasi partai untuk terus mengedepankan kepentingan kolektif dan semangat gotong royong daripada kepentingan orang per orang dan kelompok. Dan kesadaran untuk menyelesaikan masalah rakyat.

"Soliditas bergerak bersifat aktif dan progresif guna menegaskan tujuan berpartai sebagai penerang dalam gerak kemajuan bangsa dan negara Indonesia," kata dia.

Kongres juga dilaksanakan sebagai bagian dari perwujudan agenda strategis PDI Perjuangan sebagai pengusung utama pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin. Kata Hasto, tidak ada daerah yang merupakan basis PDIP yang tidak memenangkan pasangan itu. PDIP mencatat, rata-rata kemenangan Jokowi-Ma'ruf adalah 69 persen di 113 DPD PDIP tingkat II.

"Tentu ada peran partai lain, tetapi PDI Perjuangan paling solid dalam memberikan dukungan itu," kata Hasto.



Sumber: Suara Pembaruan