DPD Butuh Pemimpin yang Mampu Hilangkan Sumbatan Komunikasi Internal dan Eksternal

DPD Butuh Pemimpin yang Mampu Hilangkan Sumbatan Komunikasi Internal dan Eksternal
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) RI terpilih untuk periode 2019-2024, Abdul Rachman Thaha (ART). ( Foto: Istimewa )
Jeis Montesori / JEM Kamis, 1 Agustus 2019 | 16:08 WIB

 Jakarta, Beritasatu.com - Anggota terpilih Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019-2024, Abd Rachman Thaha, mengatakan, lembaga wakil rakyat tersebut tidak akan dapat lebih berguna di periode yang akan datang, tanpa upaya serius membangun semacam konsensus politik atau komitmen bersama-sama khususnya DPR dan Presiden.

“Sejauh ini, hanya konsensus politik yang bisa mengakhiri kejenuhan publik membicarakan DPD RI,” kata Taha kepada Beritasatu.com, Kamis (1/8/2019).

Menurutnya, kalau para anggota DPD hanya sibuk dengan urusan nafsu kekuasaan masing-masing anggota, maka lembaga tersebut tidak akan dapat memenuhi harapan rakyat.

“Saya yakin rakyat juga tidak akan mempunyai semangat atau keinginan untuk memberi konstribusi bagi upaya penguatan kelembagaan DPD,” kata senator asal Sulawesi Tengah (Sulteng) ini.

Thaha mengatakan, faktor kepemimpinan dalam DPD juga mempunyai pengaruh yang kuat membawa arah lembaga itu salah satunya dalam tarik menarik kepentingan dalam pusaran politik nasional.

“Kepemimpinan yang berkarakter, punya narasi, yang lebih komunikatif, memiliki integritas, diterima di semua level, dapat menjadi solidarity maker, sosok negarawan yang mendahulukan kepentingan nasional (national interest) ketimbang syahwat politik pribadi,” katanya.

Sosok seperti ini, kata Taha, adalah kepemimpinan yang bisa menghilangkan sumbatan komunikasi internal maupun eksternal, sehingga mengangkat kembali marwah (dignity) harkat dan martabat DPD sebagai lembaga tinggi negara.

“Bila pimpinan institusi DPD memiliki kriteria roh spiritual dan intelektual, saya yakin dan percaya kewibawaan lembaga kembali terangkat dan mendapat kepercayaan penuh atau ada trust building dari rakyat,” ujar Thaha.



Sumber: Suara Pembaruan