Gerindra Siap Rebut Ketua MPR

Gerindra Siap Rebut Ketua MPR
Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto disambut Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat berkunjung di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Robertus Wardi / WM Jumat, 2 Agustus 2019 | 22:47 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Gerindra siap merebut jabatan Ketua MPR. Sebagai pemenang kedua Pemilu 2019, Gerindra berkeinginan ingin mendapat jabatan tersebut.

"Kami tidak mau munafik. Sebagai pemenang pemilu kedua, kami juga punya harapan mendapatkan jabatan itu. Kader kami siap menduduki jabatan tersebut," kata Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade dalam diskusi bertema " Rekonsiliasi Bagi-Bagi Jatah" yang digelar lembaga Vox Point Indonesia di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Selain Andre, tampil pula sebagai pembicara politisi Demokrat Jansen Sitindaon, Direktur Lembaga Survei Poltracking Indonesia Hanta Yudha dan Ketua Umum Vox Indonesia Yohanes Handoyo Budhisejati.

Andre menjelaskan, niat Gerindra merebut Ketua MPR bukan karena adanya pertemuan antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bukan pula karena adanya pertemuan antara Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Niat Gerindra meraih jabatan itu karena Gerindra merupakan salah satu partai politik yang lolos masuk parlemen. Sebagai pemenang kedua pemilu‎, sangat wajar Gerindra menginginkan jabatan tersebut. Apalagi pemilihan pimpinan MPR bukan seperti pemilihan pimpinan DPR yang ditetapkan UU MD3 tetapi memakai sistem paket.

Tak Beri Syarat

Menurut Andre, Gerindra sama sekali tidak memberikan syarat-syarat tertentu dalam upaya rekonsiliasi. Termasuk meminta jatah Ketua MPR atau jatah menteri ke Jokowi atau Megawati.

Berbagai rangkaian pertemuan yang dilakukan semata-mata untuk menurunkan tensi politik pasca Pemilu. Pertemuan juga dilakukan untuk sebagai bagian dari proses demokrasi. Bahwa persaingan selama Pemilu ada, tetapi setelah itu, bersatu kembali untuk bersama-sama membangun bangsa kedepan.

"Kita berkewajiban setelah kompetisi keras pada Pemilu, saatnya bersama bangun bangsa. Gerindra tidak pernah syaratkan bahwa rekonsiliasi harus dapat Ketua MPR. Pertemuan bukan untuk bagi jatah-jatah menteri. Sebagai pemenang pemilu kedua, kami tidak munafik, kalau diberikan kesempatan, tentu kami ambil.‎ Kami siap komunikasi dengan partai mana pun," jelas Andre.

Dia menambahkan Gerindra belum pada keputusan bergabung ke koalisi pemerintahan Jokowi. Pada waktunya, Prabowo akan menyampaikan sikap politik Gerindra pasca Pemilu.

"Kerja sama dengan pemerintah Jokowi kan bisa dalam pemerintah, bisa juga di luar. Kalaupun oposisi bukan karena dasar kebencian.

Kami siap bekerjasama denganpemerintahan Jokowi, baik di dalam mapun di luar. Yang kami tawarkan adalah konsep pembangunan. Misalnya, konsep ketahanan pangan, energi, listrik dan yang lain," tutup Andre.



Sumber: Suara Pembaruan