SMRC: Indonesia Tunjukkan Penurunan Kinerja Demokrasi

SMRC: Indonesia Tunjukkan Penurunan Kinerja Demokrasi
Diskusi "Meredupnya Demokrasi di Indonesia" di kantor SMRC jakarta, Minggu (4/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Yeremia Sukoyo )
Yeremia Sukoyo / YUD Minggu, 4 Agustus 2019 | 14:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia menunjukkan penurunan kinerja demokrasi yang serius selama tujuh tahun terakhir. Salah satu faktor utama penurunan itu adalah masih kuatnya diskriminasi terhadap kalangan yang dianggap minoritas, yang kadang diwujudkan dengan menggunakan kekerasan, dan seolah dibiarkan oleh pemerintah.

"Negara demokrasi di dunia terus mengalami kemunduran. Bisa dilihat apakah maju stagnan atau mundur, dengan meminta pendapat warga sebagai aktor demokrasi. Bisa dilihat dengan survei opini publik," kata Pendiri sekaligus Peneliti Utama SMRC, Saiful Mujani, dalam diskusi "Meredupnya Demokrasi di Indonesia" di kantor SMRC Jakarta, Minggu (4/8/2019).

Dirinya mencontohkan, Indonesia masih memiliki permasalahan terkait opini publik, seperti masalah toleransi hingga masalah adanya mayoritas masyarakat keberatan jika pemimpinnya berbeda agama. Karena itu, ke depan, Indonesia memerlukan kepemimpinan strategis di tingkat pusat hingga daerah yang mengedepankan prinsip-prinsip dasar kesetaraan warga negara.

Menurutnya, pada 2005-2012 Indonesia dinilai oleh lembaga internasional seperti Freedom House telah mencapai indeks kebebasan "sepenuhnya bebas" . lni berarti kualitas demokrasi di Indonesia adalah yang terbaik di ASEAN dan berada satu grup dengan negara-negara demokratis lainnya di Asia, seperti India, Jepang, dan Korea Selatan.

Namun sejak 2013, skor indeks kebebasan di Indonesia terus menurun sehingga sekarang dinilai hanya "sebagian bebas". Saiful Mujani pun membedakan dua dimensi hak dan kebebasan dalam demokrasi: hak sipil (civil rights) dan kebebasan sipil (civil liberty).

Untuk hak sipil, kondisi di Indonesia masih dianggap baik, meski masih ada banyak hal yang harus dibenahi. Sedangkan pemenuhan kebebasan sipil di Indonesia menunjukkan penurunan yang serius.

Pemenuhan hak sipil dikatakan Saiful, masih relatif baik karena saat ini di Indonesia, hak-hak politik untuk berpartisipasi dalam politik masih terjamin, misalnya kebebasan untuk ikut dalam pemilu, kebebasan memperebutkan jabatan publik strategis dan Iain sebagainya.

Di sisi lain, yang menyebabkan kinerja demokrasi di Indonesia dianggap terus menurun adalah yang terkait dengan dimensi kebebasan sipil. Termasuk dalam kebebasan sipil antara Iain kebebasan berbicara, kebebasan akademik, kebebasan berorganisasi, serta kebebasan menjalankan dan menyatakan keyakinan agama atau bahkan tidak percaya pada agama secara terbuka.

"Masih banyak warga yang mengalami diskriminasi, tidak diterima oleh warga yang lain dengan paksa dan kekerasan. Di sisi lain negara tak melindungi hak-hak mereka sebagai warga negara," ujarnya.

Menurutnya, diskriminasi ini terutama dialami oleh kelompok minoritas agama. "Bahkan dalam komunitas Islam sendiri, kalangan Ahmadiyah atau Syiah juga mengalami diskriminasi yang didiamkan negara," kata Saiful. 



Sumber: Suara Pembaruan