Doakan Mbah Moen di Kongres PDIP, Megawati Menangis

Doakan Mbah Moen di Kongres PDIP, Megawati Menangis
Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah), didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto, dan Ketua Steering Committee Kongres V PDIP Djarot Saiful Hidayat, saat meninjau kesiapan registrasi peserta dalam kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Bali, Rabu 7 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao / Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao. )
Markus Junianto Sihaloho / CAH Kamis, 8 Agustus 2019 | 13:42 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, terisak ketika menyampaikan duka mendalam atas wafatnya KH Maimoen Zubair, ulama senior Nahdatul Ulama (NU).

Hal itu terungkap saat Megawati menyampaikan pidato di pembukaan Kongres V PDI Perjuangan di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar, Kamis (8/8/2019).

Di hadapan Presiden Jokowi, tamu undangan, dan ribuan kader partai, Megawati meminta izin menyapaikan dukacita mendalam itu.

"Ulama yang sederhana,, yang sepanjang hidupnya mengabadikan diri untuk menyiarkan Islam sebagai rahmat semesta alam, Islam yang mengalun indah dalam harmoni keberagaman Indonesia," kata Megawati.

"Saya dekat dengan...," Megawati berhenti dan suaranya sudah tercekat, agak terisak.

"Panggilannya Mbah Moen, Kiai Haji Maimoen Zubair. Doa kami menghantar ke haribaanNYA," kata Megawati.

Semua peserta kongres terdiam.

Kiai Maimoen meninggal dunia di Mekah saat hendak menjalankan ibadah haji. Sehari sebelum berangkat, Mbah Moen berkunjung ke kediaman Megawati untuk pamitan.



Sumber: BeritaSatu.com