Di Kongres PDIP, Megawati Bela Ahok

Di Kongres PDIP, Megawati Bela Ahok
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, bersama tiga cucunya berfoto bersama para penari Gandrungdi sekitar arena Kongres V, di Grand Inna Bali Beach Hotel, Denpasar, Bali, Rabu, 7/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Junianto Sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Kamis, 8 Agustus 2019 | 14:45 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memperkenalkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau akrab disapa Ahok. Di hadapan Presiden Jokowi dan para petinggi negeri yang hadir di acara pembukaan Kongres V PDI Perjuangan (PDIP), Megawati berbicara soal hak setiap warga negara apapun etnis dan rasnya.

"Di sini juga ada, karena sudah kader PDI Perjuangan, dia BCP, Basuki Tjahaja Purnama. Kalau terkenal namanya Ahok," kata Megawati, Kamis (8/8/2019).

Basuki yang hadir lalu berdiri dan perhatian peserta kongres mengarah ke dirinya.

Setelah itu, Megawati bicara lagi. Dirinya merasa heran. Di Indonesia bicara Pancasila, gotong royong, sebagai falsafah negara.

"Tetapi terus masa tak boleh (didukung, red)? Mau namanya Aseng, Ahok, Badu, mau apa kek namanya, kalau sudah warga negara Indonesia, ya sudah lah (harusnya boleh, red)," kata Megawati.

Megawati juga mengaku dirinya pernah dilarang memanggil Basuki dengan panggilannya, Ahok.

"Saya bilang wong namanya begitu, masa tak boleh? Tadi saya hapal namanya. Basuki Tjahaja Purnama. Saya berarti panggil, 'Pak Purnama apa kabar?'," kata Megawati sambil tertawa.



Sumber: BeritaSatu.com