Kongres PDIP Tidak Bahas Nama Menteri

Kongres PDIP Tidak Bahas Nama Menteri
Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah), didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto, dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas, menyaksikan pentas tari Gandrung dalam persiapan kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Bali, Rabu 7 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Kamis, 8 Agustus 2019 | 14:58 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengakui bahwa kongres V partainya yang akan dibuka hari ini akan bicara soal desain kabinet pemerintahan ke depan.

"Kami lebih banyak berbicara tentang bagaimana desain kabinet yang membumikan Pancasila dengan jalan Trisakti," kata Hasto menjawab pertanyaan wartawan di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar, Kamis (8/8/2019).

Misalnya, salah satu tujuannya adalah untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik. Maka peran Kementerian Luar Negeri dengan agenda strategis membangun perdamaian dunia. Maka, skala prioritas untuk Kemlu nanti akan dibahas.

Untuk mendorong indonesia yang berdikari di bidang ekonomi, kongres akan memberi perhatian kepada para menteri di perekonomian negara, termasuk Kementerian BUMN agar dijalankan dalam kerangka politik ekonomi negara sehingga tidak dibentuk adanya superholding.

"Tetapi dibentuk sesuai dengan perintah konstitusi, mengabdi dan menjabarkan seluruh tujuan bernrgara dalam ranah ekonomi," kata Hasto.

Lalu apakah PDIP akan menempatkan kadernya di kabinet? Menurut Hasto, berkaitan dengan posisi strategis di dalam kabinet, PDIP punya kepentingan strategis untuk menempatkan kader-kadernya. Tetapi mereka bicara menteri melalui pembahasan mendalam, dan tidak langsung berbicara nama orang.

Ditegaskannya, PDIP lebih memilih berbicara desain, kriteria, dan agenda strategis. Setelah itu barulah bicara orangnya.

"Kalau menyangkut orang maka dalam waktu yang tepat nanti Ibu Megawati Soekarnoputri akan menyampaikan kepada Bapak Jokowi dan ini melalui sebuah dialog. Jadi tidak menyodorkan secarik kertas berisi nama. Tidak seperti itu. Melalui dialog, sehingga yang disampaikan sesuai dengan apa yang menjadi desain agenda strategis Pak Jokowi," bebernya.

Maka itu, kembali ditegaskan Hasto, PDIP akan bicara desain kabinet terlebih dahulu.

Apakah berarti PDIP akan memberi masukan terhadap nomenklatur kabinet, Hasto menjawab bahwa itu tak akan terjadi. Yang dibicarakan PDIP adalah garis politik negara yang dijabarkan dalam disain kabinet.

"Utamanya yang kami bicarakan adalah hal-hal penting yang secara ideologis menjabarkan konsepsi Trisakti. Konsep tentang kebudayaan, pendidikan, dan tentu saja kami berikan penguatan ditinjau dari tugas ideologi dari tugas menteri pendidikan dan kebudayaan, misalnya," beber Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com