Megawati Soekarnoputri Dinilai Bisa Jadi Ketua Umum Seumur Hidup

Megawati Soekarnoputri Dinilai Bisa Jadi Ketua Umum Seumur Hidup
Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pidato politiknya pada pembukaan Kongres ke V PDI Perjuangan di Sanur, Bali, Kamis 8 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Robertus Wardi / AMA Jumat, 9 Agustus 2019 | 10:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat komunikasi politik Silvanus Alvin menilai, Megawati Soekarnoputri akan menjabat sebagai Ketua Umum PDIP seumur hidup. Sebab, Megawati merupakan simbol 'Ibu' dari partai tersebut.

"Sama seperti kita, yang pasti memiliki ibu kandung. Sosok ibu kandung itu tidak akan tergantikan. Begitu pula Megawati yang dianggap Ibu Banteng bagi pada kader PDI-P," kata Silvanus Alvin di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Silvanus Alvin menjelaskan, d‎ilihat dari kacamata komunikasi politik, personalisasi PDI-P adalah Megawati. Memang ada isu Megawati bisa saja diganti oleh penerus trah Soekarno yakni Puan Maharani atau Pranada, maupun tokoh non keluarga Soekarno seperti Jokowi. Namun elit-elit tersebut belum ada yang mampu menyamai maupun dianggap pantas menggantikan sosok Megawati.

Menurutnya, personalisasi politik atas tokoh tertentu memang kurang baik. Karena itu, selayaknya disiapkan regenerasi pemimpin di PDI-P. Misalnya, posisi Ketua Umum PDI-P tetap Megawati, tapi ada posisi baru seperti Ketua Harian PDIP. Ibarat di Inggris, Ratu menjadi simbol dan urusan sehari-hari itu bagian Perdana Menteri.

"Ketergantungan pada sosok Megawati akan membawa limitasi sendiri bagi PDIP. Bagaimanapun Megawati manusia, yang pada saatnya harus beranjak dari dunia fana. Pada saat itu, kalau Megawati belum menyiapkan penerusnya maka PDIP akan terjun bebas," tutur Silvanus Alvin.

Dia mengusulkan‎, bila Megawati mau melepas jabatan sebagai ketua umum, maka Megawati menempati posisi selevel ketua dewan pertimbangan. Dengan demikian ketua umum dengan independen memimpin partai tetapi bila ada kesulitan di masa depan masih bisa berkonsultasi ke Megawati.

"Kongres PDI-P kali ini harus jadi momentum untuk memberitahukan secara nasional siapa kandidat yang akan menjadi penerus Megawati. Pemilihan penerus harus diatur sedemikian rupa. Jangan hanya melihat figur politik dengan elektabilitas tinggi.Selain itu, PDIP juga jangan terkungkung dengan pemahaman bahwa yang bisa menduduki jabatan ketum hanyalah trah biologis Soekarno. Perhatikan unsur kesamaan ideologisnya karena itu yang penting," tutup Silvanus Alvin.



 



Sumber: Suara Pembaruan