Survei Cyrus: 90% Publik Menerima Hasil Pemilu 2019

Survei Cyrus: 90% Publik Menerima Hasil Pemilu 2019
Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (empat kiri) dan KH Ma'ruf Amin (empat kanan) menerima surat keputusan KPU tentang Penetapan Hasil Pemilu 2019 dari Ketua KPU Arief Budiman (keempat kanan) di gedung KPU, Jakarta, Minggu 30 Juni 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao. )
Carlos KY Paath / FMB Sabtu, 10 Agustus 2019 | 13:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Publik mengharapkan agar Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 menghasilkan pemerintahan yang efektif. Mayoritas masyarakat juga menerima hasil Pileg serta Pilpres 2019.

Hal itu sebagaimana Survei Nasional Persepsi Publik terhadap Penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019 oleh Cyrus Network. Berdasarkan survei tersebut, tercatat 90 persen responden menyatakan menerima hasil Pileg dan Pilpres. Berikutnya, 93 persen responden menilai Pemilu 2019 berjalan aman dan tertib.

CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi Batupahat menyatakan, dukungan publik merupakan sinyal bahwa masyarakat lelah terhadap pemecahbelahan politik yang sudah terjadi beberapa tahun terakhir. “Masyarakat berharap bisa terbentuk pemerintahan yang efektif dari Pemilu yang lalu,” kata Hasan.

Hal tersebut disampaikan Hasan dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Sabtu (10/8/2019). Menurut Hasan, pemerintahan efektif membutuhkan perencanaan matang melalui legislasi. “Ketika banyak yang support (dukungan) di parlemen semakin bagus sebenarnya,” ujar Hasan.

Hasan pun menyebut, “Eksekutif yang mengeksekusi rencana juga harus bagus dan kompeten. Ketika presiden diberikan opsi banyak orang kompeten kan bagus, tapi jangan sampai presiden dibelenggu juga.”

Survei Cyrus Network dilaksanakan pada 22-28 Juli 2019 dengan melibatkan 1.230 responden di 34 provinsi di Indonesia. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan margin of error sebesar ± 3 persen.

“Survei ini bukti bahwa di masyarakat rasa kebangsaan kita itu di atas segala-galanya. Sikap-sikap kenegarawanan pemimpin kita untuk mengutamakan kepentingan bangsa juga berperan terhadap penilaian masyarakat ini,” ungkap Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Bambang menyatakan, penerimaan masyarakat menandakan kompetisi politik seharusnya sudah selesai. Fokus harus dialihkan untuk memajukan bangsa dan negara. “Tinggal bagaimana mendorong pemerintahan Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) periode kedua ini bisa lebih sukses,” kata Bambang.

Rekonsiliasi melalui pertemuan antara Jokowi dengan Ketua Umum (ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto pun dinilai positif oleh responden. Sebesar 63 persen responden mengapresiasi pertemuan yang dianggap sebagai upaya rekonsiliasi, bukan hanya sekadar bagi-bagi jabatan.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan publik terhadap proses rekonsiliasi ini. Kalau saya sekarang Ketum Partai Golkar saya tidak akan tanya berapa jatah Golkar, tapi saya akan tanya Pak Jokowi, akan bawa ke mana arah bangsa ini, butuh legislasi apa, dukungan apa, Golkar akan dukung,” tegas Bambang. [Carlos KY Paath]



Sumber: Suara Pembaruan