Akbar Tanjung Tegaskan Jatah Menteri Hak Prerogatif Presiden

Akbar Tanjung Tegaskan Jatah Menteri Hak Prerogatif Presiden
Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartato (tengah), bersama Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tanjung, menghadiri Istighosah menyambut Milad ke - 54 Partai Golkar dan Hari Santri Nasional, di aula DPP Partai Golkar, Jakarta, 18 Oktober 2018. Kegiatan itu bertema "Memperkokoh Keberagaman untuk Mewujudkan Indonesia Damai dan Sejahtera". ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
/ FER Minggu, 11 Agustus 2019 | 19:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi senior Partai Golkar, Akbar Tanjung, mengatakan, siapa saja yang akan mengisi kursi sebagai menteri apakah bersumber dari partai politik (Parpol) atau sumber lainnya merupakan hak prerogatif presiden. Golkar hanya menunggu dan menyerahkan sepenuhnya pada presiden.

"Terkait dengan pemilihan pembantu presiden, tentu saja kita melihat dari perspektif bahwa itu adalah memang hak prerogatif presiden, karena itu kita serahkan sepenuhnya kepada presiden untuk menentukan siapa yang akan jadi menteri," kata Akbar Tanjung, di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Akbar optimistis presiden dalam memilih para pembantunya akan mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan dukungan yang diperoleh parpol terutama dalam pemilihan legislatif.

"Saya yakin, pasti presiden akan menjadikan itu sebagai salah satu faktor mempertimbangkan untuk mengisi jabatan menteri dalam periode yang akan datang ini. Oleh karena itu sebaiknya kita tunggu saja," kata Akbar Tanjung.

Menyoal menteri dari kalangan muda atau generasi milenial, Akbar mengatakan, hal itu tergantung pada presiden dan dirinya berkeyakinan penetapan anak-anak muda di kursi menteri tidak akan mengurangi esensi dari apa yang disampaikan presiden bahwa orang yang mengisi kursi menteri memiliki kapabilitas, integritas, kemampuan mengambil tindakan atau eksekusi terhadap langkah atau kebijakan yang ditetapkan oleh menteri.

"Hal itu salah satu faktor yang akan jadi pertimbangan beliau (presiden), tentu pertimbangan beliau munculnya tokoh-tokoh baru dan itu juga bisa dari usia muda," tandas Akbar Tanjung.



Sumber: ANTARA