Mendagri Dukung Pasha "Ungu" Jika Memang Maju Pilkada

Mendagri Dukung Pasha
Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo (Pasha "Ungu") dan Wali Kota Palu, Hidayat. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / WM Senin, 12 Agustus 2019 | 20:26 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sigit Purnomo Syamsuddin Said bercerita banyak hal. Mulai dari penanganan pascagempa hingga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Pasha (panggilan Sigit di grup band Ungu) cerita mulai dari pascagempa, kemudian semua permasalahan. Terus dia konsultasi masalah pilkada. Dia lagi memikirkan apakah maju sebagai wakil lagi,” kata Tjahjo, kepada wartawan, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Tjahjo pun menyebut, “Entah nanti (Pasha berpasangan) dengan Pak wali kota sekarang, atau maju sendiri, baik sebagai wali kota atau mau maju sebagai cagub (calon gubernur). Saya serahkan kepada yang bersangkutan.”

Tjahjo mempersilakan Pasha untuk melobi partai politik (parpol).

“Itu kan paket. Bisa satu paket atau gabungan partai politik. Itu saja sih,” ungkap Tjahjo seraya mengaku tak bisa menyarankan posisi tepat kepada Pasha dalam pilkada.

Tjahjo menyatakan, dirinya mendukung langkah Pasha apabila memang berniat maju pilkada.

“Oh saya mendukung. Dia menjalankan tugas selama lima tahun sebagai wakil wali kota yang cukup bagus, bisa berkoordinasi, bisa menempatkan diri bersama sama dengan Pak wali kota,” ucap Tjahjo.

Sebelumnya, Pasha mengungkapkan, dirinya siap apabila terbuka ruang untuk maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulteng 2020. Sigit mengaku akan mendiskusikannya terlebih dahulu dengan berbagai kalangan.

“Mudah-mudahan kalau ada ruang, (maju Pilgub Sulteng). Kalau ada jalan. Kita harus banyak duduk, diskusi, harus banyak bertanya, sowan dengan senior-senior kita. Paling tidak kita minta petunjuk kira-kira seperti apa,” kata Pasha.

Sigit mengaku belum memastikan keikutsertaannya dalam Pilgub nanti sebagai cagub atau calon wakil gubernur (cawagub). “Kita tanya senior-senior, termasuk pak menteri (Tjahjo). Proses politik tidak sesederhana itu. Saya kira dulu, kita kan majunya wali kota. Rezekinya wakil wali kota,” ucap Sigit.



Sumber: Suara Pembaruan